Bisnis lahan kavling di kawasan Puncak, terutama Kecamatan Megamendung dan Cisarua, lagi rame banget dan bikin geleng-geleng kepala. Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 3, Slamat Mulyadi, tegas banget menolak maraknya praktik ini karena belum ada regulasi jelas yang mengatur, padahal wilayah ini rawan bencana alam.
Politisi PDI Perjuangan itu khawatir kalau tren ini dibiarkan, dampaknya bisa fatal. “Saya khawatir jika bisnis lahan kavling terus merambah, terutama di desa-desa yang masuk wilayah rawan bencana,” ujar Slamat Mulyadi. Menurutnya, Puncak memang bukan tempat yang pas buat dikavling-kavlingan massal.
Rawan Longsor dan Banjir, Kok Masih Nekat?
Selain ancaman bencana seperti longsor dan banjir bandang yang sudah jadi makanan sehari-hari di Puncak, Slamat juga menyoroti soal perizinan. Ia bilang kawasan ini sebenarnya tidak memungkinkan untuk pengembangan lahan kavling karena minimnya dasar hukum. “Regulasi lahan kavling di kawasan Puncak belum ada. Jadi yang berjalan saat ini kemungkinan besar tidak memiliki izin,” ungkapnya. Pokoknya, teu atuh bener-bener kacau kalau diterusin tanpa aturan main.
Slamat menegaskan bahwa tanpa regulasi yang kuat, aktivitas ini cuma bakal menambah risiko bagi warga sekitar. Ia berharap pemerintah daerah segera bertindak tegas sebelum semuanya keburu ngamuk alam.
Pendataan Masif, Sanksi Menanti Pelaku
Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Bogor nggak tinggal diam. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP), Eko Mujiarto, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang gencar melakukan pendataan lahan kavling di seluruh wilayah, termasuk Puncak. “Dari hasil pendataan nanti akan diketahui masuk ke dalam peta zona apa. Selanjutnya akan ada sanksi sesuai dengan temuan di lapangan,” kata Eko.
Pendataan ini nggak main-main, bro—mencakup semua kecamatan, terutama yang rawan bencana. Langkah ini diharapkan bisa jadi pijakan buat penegakan aturan yang lebih ketat ke depannya.
Jadi, sementara alam Puncak masih ngambek setiap musim hujan, mungkin saatnya kita semua mikir ulang: kavling boleh, tapi jangan sampai jadi undangan bencana yang datang tanpa diundang.

0Komentar