Bogor Channel

Berita

Artikel

Budaya

Acara

Video

Idulfitri, 491 Warga Binaan Lapas Paledang Bogor Terima Remisi


Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Paledang Kota Bogor, Jawa Barat memberikan remisi kepada 491 warga binaan. Remisi diberikan terkait Idulfitri 2021.

Kalapas Kelas 2A Paledang Kota Bogor, Yohanes Waskito menjelaskan 489 warga binaan menerima remisi khusus satu. Kemudian sisanya menerima remisi khusus dua.

"Total yang mendapat remisi Hari Raya Idulfitri 491 warga binaan," kata Yohanes Waskito di Bogor, Kamis (13/4/2021).

Dia mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 288 orang merupakan warga binaan dengan kasus narkoba dan 203 warga binaan tindak pidana lain. Jenjang remisi bagi warga binaan berbeda-beda.

"Paling lama dua bulan dan sedikit 15 hari," ucapnya.

Sumber: iNews

Pemkot Bogor Larang Ziarah Kubur Selama Lebaran


Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, melarang kegiatan ziarah kubur pada tanggal 12-16 Mei 2021.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, seluruh tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Bogor akan ditutup pada tanggal tersebut. Namun untuk kegiatan pemakaman tentu saja masih diperbolehkan.

"Jadi ziarah ke pemakaman akan ditutup kecuali kegiatan pemakaman. Pemakaman-pemakaman akan ditutup mulai 12-16 Mei," kata Bima, Selasa (11/5/2021).

Dia menjelaskan, keputusan melarang ziarah kubur berdasarkan hasil rapat kepala daerah Bodetabekjur (Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, dan Cianjur) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin kemarin.

Menurut Bima, ada tiga poin yang disepakati dalam rapat tersebut, salah satunya tentang larangan aktivitas ziarah kubur selama Lebaran.

Ia mengemukakan kebijakan itu menjadi hal sulit lantaran sudah menjadi tradisi masyarakat selama bertahun-tahun. Karena itu, pemerintah daerah kini melakukan sosialisasi kepada RT dan RW di wilayah.

“Kebijakan ini enggak mudah, pasti ada pro-kontra. Tapi ini usaha kita supaya kita enggak kayak India, di mana terjadi lonjakan kasus Covid,” kata dia.

Pemkot Bogor sebelumnya juga telah mengeluarkan kebijakan peniadaan shalat Id Idul Fitri di tingkat kota. Keputusan itu dibuat mengingat kasus Covid-19 di Kota Bogor cenderung naik sejak beberapa pekan terakhir.

Meski begitu, kegiatan shalat Id masih tetap diperbolehkan tetapi hanya di masjid wilayah masing-masing.

"Kalau biasanya ada salat Idul Fitri tingkat kota, terbuka, dan dihadiri Forkompinda serta yang lain, itu ditiadakan. Kemudian shalat Idul Fitri yang biasanya ada di Kebun Raya Bogor, itu juga tidak diadakan. Namun di masjid-masjid tetap ada dan dipersilakan," ujar Bima.

Sumber: Kompas

Tradisi Kampung Ketupat di Bogor yang Menghidupi Warganya


Satu atau dua hari lagi menjelang hari raya Idul Fitri warga di Kampung Bojong RT 2 dan RT 3 di wilayah RW 4 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mulai disibukan dengan aktivitas rutin tahunan membuat ketupat dalam jumlah yang banyak.

Di Kampung Bojong Kelurahan Cimahpar yang lebih dikenal dengan kampung ketupat itu warga membuat ketupat di teras rumah dan di bale-bale yang memang sudah disiapkan sejak awal.


Disana setiap rumah memproduksi cangkang ketupat mulai dari bahan janur hingga ketupat yang sudah matang tinggal dikonsumsi.

Biasanya dalam satu rumah ada tiga atau dua orang untuk memproduksi cangkang ketupat.

Setelah cangkang ketupat jadi maka akan diikat per-10 untuk dijual.

Namun untuk yang akan dijual matang cangkang ketupat langsung diisi beras dan kemudian direbus dalam dandang berukuran besar.

Sejak pagi kayu bakar yang digunakan sebagai bahan bakar terus menyala tanpa jeda.

Warga di Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor rutin Membuat ketupat dalam jumlah yang banyak tiap lebaran.
Warga di Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor rutin Membuat ketupat dalam jumlah yang banyak tiap lebaran. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ketua RW 4 Endang Suhendar mengatakan bahwa kayu tersebut tidak boleh habis.

"Iya jadi harus terus dijaga tidak boleh habis apinya jadi kalau tinggal sedikit langsung dimasukan yang baru,jadi tidak boleh sampai padam apinya," ujarnya.

Endang bercerita bahwa tradisi membuat ketupat massal dan jumlah banyak tersebut sudah ada sejak zaman dahulu.

Dulu awalnya kata Endang profesi warga adalah berjualan ketupat bumbu kacang, ketulat sayur dan berbagainya.

Namun seeiring berjalan waktu hingga munculah tradisi membuat ketuoat dalam julah banyak.

"Iya disini memang tradisi dari dulu turun temurun memasak ketupat dengan jumlah besar karena kebetukan di 2 RT ini mayoritas profesinya membuat ketupat," katanya.

Sumber: Kompas

Perbatasan Bogor-Cianjur Dijaga 24 Jam dari Pemudik


Perbatasan Bogor-Cianjur Dijaga 24 Jam dari Pemudik. Pos penyekatan di perbatasan Bogor dan Cianjur selama 24 jam ini ditujukan kepada kendaraan para pemudik yang selanjutnya akan memutar balik para pemudik dalam upaya pengendalian Covid-19.

Gelontorkan Rp66 Miliar, Kabupaten Bogor Segera Miliki Wisata Peradaban Islam


Yayasan Pesona Peradaban Islam berencana membangun wisata peradaban Islam . Wisata ini mengambil konsep miniatur 3 masjid istimewa yaitu Masjidil Haram , Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.

Proyek pembangunan wisata peradaban Islam akan dibangun di atas lahan seluas dua hektar di Kabupaten Bogor dengan total anggaran sebesar Rp66 miliar. “Wisata peradaban Islam mengambil konsep miniatur 3 masjid istimewa yang ada di hadist Rasulullah SAW,” kata CEO Yayasan Pesona Peradaban Islam, Danny Ibrahim, Jumat (7/5/2021).

Wisata peradaban Islam ini akan dibangun di kawasan Bogor. Wisata ini akan menjadi tempat alternatif kerinduan ummat akan pengalaman serta keinginan untuk umrah dan ibadah haji.

Dengan adanya miniatur tiga Masjid Istimewa ini sebagai langkah untuk menyambut kebangkitan agama Islam, serta membuat tempat pusat pengkajian Islam. Bangunan miniatur pertama yang akan dibangun yaitu Masjidil Haram sebagai bangunan gerbang.

“Bangunan ini merupakan bangunan yang nantinya menjadi destinasi wisata ruhani para masyarakat yang rindu akan Baitullah,” ujarnya.

Bangunan berlantai dua ini akan menjadi tempat kenangan para jemaah umroh dan haji karena ada miniatur Ka’bah untuk latihan manasik. Disana juga dibangun perpustakaan 4 mazhab populer di dunia Islam yaitu mazhab Hambali, mazhab Hanafi, mazhab Maliki dan mazhab Syafi’i.

Di sana akan diisi dengan kegiatan kajian-kajian dan pelatihan. “Di pinggiran area Masjidil Haram akan ditemui bangunan mirip rumah istri Rasulullah yang pertama yaitu Siti Khadijah,” katanya.

Masjidil Haram akan memanjakan pengunjung dengan suasana di Mekkah. Di area Masjidil Haram akan dibangunkan kuliner khas makanan dan suvenir ala Makkah. Selain itu area Masjidil Haram didesain untuk berjalan kaki dan bebas dari kendaraan bermotor.

Sedangkan miniatur kedua adalah Masjid Nabawi dengan payung kanopi khasnya. “Bangunan ini difungsikan untuk area foto-foto dan rekreasi. Bangunan bagian dalam akan digunakan untuk seminar atau resepsi pernikahan,” ujarnya.

Namun di sana tidak akan ada Raudhan dan Makam Rasulullah karena itu dianggap sangat suci sehingga tidak bisa direplika. “Tidak ada Raudhah dan Makam Rasulullah di bangunan ini karena itu sangat suci sehingga tidak direplikasi,” tukasnya.

Kemudian miniatur ketiga Masjid Al-Aqsa dibangun untuk menjadi simbol rakyat Palestina. Pengunjung dapat salat di Masjid Al-Aqsa. Selain itu, di miniatur Masjid Al-Aqsa juga akan menjadi tempat kajian dan akad nikah. “Selain itu pengunjung dapat berdoa, khususnya bagi Palestina agar segera terbebas dari Zionis Israel,” pungkasnya.

Sumber: SindoNews

Kota

Kabupaten

Pemerintah