Bogor Channel

Berita

Artikel

Budaya

Acara

Video

NU Bogor Minta Aparat Tangkap Joseph Paul Zhang


Wakil Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota BogorTurmudi Hudrimeminta agar aparat menangkapJoseph Paul Zhangdi mana pun keberadaannya lantaran telah membuat ujaran kebencian dan merusakRamadan.

"Sekarang, apa pun yang merusak tatanan persatuan dan kepatuhan umat beragama maupun seagama, itu harus ditindak secara tegas. Karena kita negara hukum. Tidak ada yang namanya pembelaan kepada siapapun. Ini tidak boleh Dibiarkan," paparnya, Kamis (22/4/2021).

Turmudi yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengaku heran mengapa ada seseorang yang mengaku nabi dan kelakuannya tidak mencerminkan sifat-sifat nabi.

Padahal di bulan suci Ramadan ini seharusnya seluruh umat menjaga dan menjalankan ibadah dengan menekankan nilai ketakwaan. Bukan malah mencoba memecah belah umat.

Bahaya ujaran penistaan agama ini pun diungkapkan oleh Turmudi setara dengan bahaya terorisme dan radikalisme.

"Ini sama bahayanya dengan terorisme dan radikalisme karena menyebabkan perpecahan. Kita kan menjaga kerukunan umat beragama maupun seagama, jadi kehadirannya ini sangat berbahaya," ungkapnya.

Untuk itu, Turmudi pun meminta aparat kepolisian untuk menangkap penista agama ini dimanapun ia berada.

"Kami sangat berharap dimanapun orang ini berada, minta untuk diamankan segera untuk ditindak dan dimohon untuk kerjasama dengan pihak terkait di negara dimana orang ini berada," tambahnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Video Viral Kakek di Kabupaten Bogor Dikepung Massa, Ternyata Pemerkosa Anak SD


Seorang kakek nyaris jadi sasaran kemarahan sejumlah warga di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Beruntung, seorang kepala desa segera mengamankan kakek tersebut dari amukan massa dan membawanya ke kantor polisi untuk diproses hukum.

Kakek berinisial E (65) tersebut diduga memerkosa seorang anak.

Kakek tersebut sempat menjadi bulan-bulanan sejumlah warga yang geram atas perilakunya itu.

Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, terlihat sejumlah warga menghakimi kakek tersebut.

Para pria di lingkungan itu tampak sangat emosi hingga terjadi aksi saling dorong terhadap orang yang melindungi kakek E.

Insiden yang menimbulkan kehebohan ini akhirnya dilerai oleh perangkat desa dan aparat.

Beruntung, nyawa kakek E masih selamat meskipun kondisinya dalam keadaan tidak mengenakan baju.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cibentang Hasanudin menyampaikan bahwa insiden pengeroyokan yang videonya viral di media sosial itu terjadi di rumah kepala desa pada Rabu (21/4/2021) pukul 21.00 WIB.

Awalnya, dua orang pria diduga kuat memerkosa seorang bocah perempuan berusia 8 tahun.

Warga yang sudah geram kepada kakek tersebut akhirnya berbondong-bondong datang mencari ke kantor desa.

Pada kesempatan yang sama, puluhan orang sudah ada di rumah kepala desa untuk menunggu sang kakek demi melampiaskan kemarahan.

"Kejadian itu malam-malam hari Rabu, di rumah saya. Jadi kakek ini dibawa ke rumah saya untuk diamankan, takut dipukuli warga yang sudah emosi. Dan kita memang mau mediasi dulu, tapi karena massa sudah banyak, terjadilah penggerudukan," kata Hasan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Hasan menjelaskan, kasus itu terbongkar setelah teman korban melapor ke ibu korban bahwa telah terjadi pemerkosaan.

Sang ibu akhirnya datang melapor ke rumah kepala desa dan mencari terduga pelaku, yakni kakek E.

Saat ini, kakek tersebut sudah diamankan oleh polisi.

Hasan menyebut bahwa kakek E mengakui perbuatannya saat ditanya oleh sejumlah perangkat desa.

Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan seusai orangtua korban membuat laporan.

Saat diproses, rupanya kakek ini mengaku tidak sendiri dalam melakukan perbuatan bejatnya.

Seorang kakek bernisial SA (50) disebut ikut mencabuli bocah perempuan yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu.

"Iya, pelaku ini mengakui ke saya, dia khilaf katanya, dia tobat, enggak mau ngulangi lagi. Nah, pas dibawa ke polisi, di sana kakek inisial E (65) ini mengaku tidak hanya sendiri, ada satu lagi kakek berinisial S (50)," tutur Hasan.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Harun membenarkan informasi tentang kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

Kasus kakek E tersebut telah diselidiki Polsek Parung sebelum dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Bogor.

"Sudah ditangani Polsek Parung, tersangka sudah ditahan," kata Harun.

Sumber: Kompas

7 Titik Keramaian di Bogor Diawasi Puluhan Polwan Ramadhan


Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menegaskan, sebanyak 41 anggota polisi wanit (polwan) disebar di 7 titik untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan selama Ramadhan. Khususnya di saat menjelang buka puasa atau ngabuburit.

Menurutnya, 4 personil itu akan rutin berkeliling menyisir sejumlah titik-titik rawan kerumunan, untuk memastikan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes)saat beraktivitas.

"Polwan ramadhan ini nanti akan patroli sepeda ke sejumlah titik keramaian, khususnya jelang buka puasa atau pada momen masyarakat ngabuburit. Sambil mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prokes," katanya, Rabu, (21/4/2021).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi prokes, dengan tidak melakukan kerumunan dan selalu tetap menggunakan masker setiap kali beraktifitas di luar rumah.

"Minggu pertama puasa ini sudah mulai menunjukkan adanya kerumunan namun belum signifikan hal ini dikarenakan sudah mulai banyak lapak-lapak takjil yang berjualan. Kegiatan ini sebagai upaya Polresta Bogor Kota dalam mengurangi kenaikan kasus Covid-19 di Kota Bogor," ucapnya.

Berikut 7 titik-titik operasi Polwan Ramadan Polresta Bogor Kota:
  1. Seputar SSA Kebun Raya Bogor: 4 Personil
  2. Jembatan Merah, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor : 6 Personil
  3. Pasar Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor : 6 Personil
  4. Kawasan Bantar Jati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor : 7 Personil
  5. Kawasan Vila Bogor Indah, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor : 6 Personil
  6. Bogor Nirwana Residence (BNR), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor : 6 Personil
  7. Kawasan Bunderan Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor : 6 Personil
41 personel Polwan Ramadan tersebut nantinya akan disebar dan berpatroli di tujuh titik rawan kerumunan di Kota Bogor.

Mulai dari pasar tradisional, seputaran Kebun Raya Bogor, hingga di seluruh wilayah di enam kecamatan di Kota Bogor.

Sumber: okezone

Bansos Tunai Disunat di Klapanunggal Bogor, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Angkat Bicara

Bansos tunai disunat di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi angkat bicara.

Aparat Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, memotong Rp 300.000 dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diterima setiap warga di desa itu.

Dana yang dipotong itu kabarnya akan diberikan kepada warga lain yang belum mendapatkan bantuan.

Tindakan ini membuat penerima bantuan geram sehingga melaporkan tindakan penyelewengan ini kepada Polres Bogor pada Senin (19/4/2021).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi, mengatakan, pemotongan itu tidak sesuai aturan.

“Kalau ada laporan berarti kan ada yang tidak senang dengan adanya pemotongan ini,” kata Muhibi kepada Wartakotalive.com, Senin (19/4/2021).

Pria yang biasa disapa Kang Bibih ini menambahkan para penerima BST itu sebenarnya sudah terdata dan dianggap layak untuk mendapatkan bantuan.

“Kalau penerima memberikan secara sukarela kepada pihak lain, mungkin bisa. Tetapi itu sukarela bukan dipotong oleh aparat,” paparnya.

Karena itu, Ridwan Muhibi meminta agar aparat desa tidak mengutak-atik dana BST untuk warga.

“Tindakan warga melapor ke polisi sudah benar karena ada pelanggaran aturan di sini,” ujar polisi Partai Golkar ini.

Menurut Ridwan Muhibi, jika aparat ingin mengalihkan sebagian dana kepada pihak lain maka jarus dikomunikasikan dahulu kepada warga penerima bantuan.

“Setiap kebijakan di desa sebisa mungkin dikonsultasikan dengan tokoh-tokoh masyarakat hingga RT/RW sehingga tidak menimbulkan kontroversi,” pungkasnya.

Sumber: Warta Kota



Di Bogor Ada 7 Titik Penyekatan Jalur Mudik, "Jalur Tikus" Kawasan Puncak Bogor Diperketat


Aparat kepolisian resor (Polres) Bogor akan melakukan penyekatan jalur mudik 2021 di perbatasan krusial pintu masuk dan keluar wilayahKabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penyekatan tersebut dilakukan menyusul adanya kebijakan larangan mudik Idul Fitri 2021 yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, untuk mendukung kebijakan itu, personel kepolisian akan melakukan penyekatan yang difokuskan di 7 titik di wilayah perbatasan salah satunya di Puncak Bogor.

"Sementara ini kita ada 7 titik penyekatan, tapi mungkin nanti akan berkembang terus karena kita ada 2 model, satu penangkalan terhadap dari (warga) Jabodetabek. Kedua pengecekan hasil swab antigen dan sertifikasi vaksin untuk yang di sini, karenakan di sini aglomerasi atau mudik lokal diperkenankan," kata Harus saat ditemui usai konfrensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (20/4/2021).

Pemudik diputar balik

"Makanya kalau untuk di sini tetap kita laksanakan sesuai aturan itu, setiap masuk ke kabupaten (Bogor) harus menunjukan surat swab antigen dan sertifikasi vaksin," sambung dia.

Harun menyebut, penyekatan ini akan melibatkan petugas gabungan dari TNI, Polri dan Dinas Perhubungan.

Para petugas akan mengawasi dan memeriksa masyarakat yang terindikasi hendak mudik, baik yang menggunakan motor, mobil, hingga naik bus antarkota, antarprovinsi.

"Metodenya kita tangkal, jadi kalau yang membandel mudik ya langsung diputarbalik seperti di Puncak Bogor misalnya. Jadi identifikasi (pemudik) itu dilihat dari plat nomor, barang bawaan dan kalau dari luar itu ada nanti KTP-nya kan," ucap dia.

Untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat mudik lewat tumpangan truk dan kendaraan melewati jalur tikus, maka petugas akan berpatroli dan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas.

Sebab, tahun sebelumnya seringkali ada supir truk, bus, atau jasa travel yang kedapatan nekat membawa pemudik, begitupula dengan masyarakat yang kerap melewati jalur tikus di kawasan Puncak Bogor.

Dipastikan tak ada pemudik lolos jalur tikus

Dia mengatakan, adanya jalur tikus yang biasa dilewati pemudik di daerah berhawa dingin itu tentu akan meningkatkan patroli kepolisian sehingga dipastikan tidak ada pemudik yang bisa lolos di tahun ini.

"Bus AKAP itukan jelas tidak boleh beroperasi (angkut pemudik). Nah kalau ada modus truk yang angkut motor pemudik dan pemudik lewat jalur tikus itu kita antisipasilah pasti, nanti di pos penyekatan itu ada," tegas dia.

Harun menambahkan bahwa akan ada pengamanan Operasi Kemanusiaan Ketupat tahun 2021 untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudik.

Pola operasi keselamatan ini akan berbeda dari tahun sebelumnya karena akan fokus ditingkatkannya pengamanan untuk memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 pada Idul Fitri 2021.

7 titik penyekatan jalur mudik di Kabupaten Bogor

Berikut 7 titik pospam penyekatan jalur mudik 2021 di wilayah Kabupaten Bogor :

  1. Check Point Cibinong, Sp. Pasar Cibinong (Batas Depok).
  2. Check Point Cileungsi, Sp. Limus Nunggal (Batas Kota Bekasi).
  3. Check Point Jonggol, Sp. Cibarusah (Batas Karawang).
  4. Check Point Cisarua, Rindu Alam, Puncak Bogor (Batas Cianjur).
  5. Check Point Parung, (Batas Sawangan).
  6. Check Point Jasinga (Batas Tangerang).
  7. Check Point Cigombong (Batas Kab. Sukabumi).

Sumber: Kompas

Kota

Kabupaten

Pemerintah