Pemerintah Kabupaten Bogor resmi menerapkan kebijakan tegas soal angkot di kawasan Puncak selama libur Lebaran 2026. Dishub setempat melarang operasional angkot di tiga trayek utama selama lima hari krusial biar kemacetan yang biasa bikin horor nggak makin parah. Kebijakan angkot Puncak libur Lebaran ini langsung disertai kompensasi lumayan dari Pemprov Jawa Barat.
Kawasan Puncak memang selalu jadi primadona wisata Jawa Barat, tapi tiap musim libur panjang, jalurnya langsung ngadat parah. Ribuan kendaraan pribadi plus bus wisata bikin macet berjam-jam. Nah, Dishub Bogor kali ini ambil langkah bold dengan menyetop sementara angkot supaya arus mudik dan wisatawan bisa lebih lancar.
1. Tanggal Merah Buat Angkot: 22–28 Maret 2026
Dishub Kabupaten Bogor menetapkan lima hari larangan operasi angkot di jalur Puncak, tepatnya tanggal 22, 23, 24, 27, dan 28 Maret 2026. Trayek yang terdampak meliputi Sukasari–Cisarua, Sukasari–Cibedug, serta Ciawi–Pasir Muncang.
Kabid Lalu Lintas Dishub Bogor, Dadang Kosasih, tegas bilang aturan ini wajib dipatuhi, terutama buat angkot yang sudah terima kompensasi. “Pertama, imbauan, kalau masih operasi, kami akan tindak tilang dengan kepolisian,” kata Dadang Kosasih saat memberikan keterangan di Polres Bogor, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, “Tanggal itu murni clear enggak ada kendaraan yang beroperasi untuk angkot untuk tiga jurusan.” Jadi, selama lima hari itu, jalur-jalur tersebut benar-benar bebas dari angkot. Serius banget nih langkahnya.
2. Dishub All-Out Siapkan Pengamanan Mudik & Wisata
Nggak cuma ngelarang angkot, Dishub Bogor juga gercep siapkan pengamanan ekstra. Personel dikerahkan di titik-titik rawan macet, lampu PJU dicek ulang, plus koordinasi ketat bareng polisi dan instansi lain.
Dadang Kosasih bilang persiapan sudah dimulai jauh-jauh hari. “Kami H-3 sudah pastikan benar-benar untuk masalah PJU, anggota semua siap,” ujarnya. Fokus utama memang di Puncak, tapi titik lain di Kabupaten Bogor yang dilintasi pemudik juga nggak ketinggalan perhatian.
Selain itu, kompensasi jadi jaminan supaya sopir dan pemilik angkot nggak keberatan libur sementara. Hampir 2.000 orang dari sekitar 700 armada bakal terima bantuan finansial dari Pemprov Jabar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyerahkan secara simbolis bilang, “Di sini hampir 2.000 orang, terdiri dari 700 armada. Biar enggak macet kalau liburan Hari Raya Idul Fitri biar enggak jadi horor terus kalau Puncak sebelum nanti Puncak 2 dibangun.”
Dengan kombinasi larangan operasi plus kompensasi plus pengamanan ekstra, Dishub Bogor berharap Puncak Lebaran 2026 nggak lagi jadi momok macet. Semoga mudik dan liburan kali ini jauh lebih chill dari tahun-tahun sebelumnya, ya! 🚗💨
0Komentar