Seminggu Lagi, Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Bogor - Bogor Channel

Seminggu Lagi, Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Bogor

Bogor, 06 Januari 2021 - Sejak tahun 2020 lalu tepatnya bulan April, Pemerintah telah menetapkan sebuah peraturan baru yang berisi tentang mematuhi beberapa protokol kesehatan. Hal ini karena secara global pada setiap negara memberitakan bahwa mereka  mengalami gejala Covid-19. Tadinya virus ini terdeteksi berada di Negara China, kemudian secara serentak berkembang ke negara negara tetangga pada sekitar negara tersebut.

Meskipun Pemerintah pusat telah berupaya untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut. Akan tetapi menurut survei yang beredar semakin hari, tingkat kasus kematian akibat virus Covid-19 tersebut semakin tinggi, bahkan banyak orang yang kemudian dilarikan ke Rumah sakit untuk menjalani serangkaian pengobatan demi kesehatannya.

Setelah Penelitian Panjang, Vaksin Covid-19 Ditemukan

Sementara itu, setiap penjuru dunia termasuk negara Indonesia bekerja sama satu sama lain untuk saling mencari solusi pada virus yang cukup mematikan ini. Mereka berupaya untuk menciptakan sebuah penemuan berupa vaksin yang mungkin dapat mereka gunakan untuk mencegah dan mengobati penderitanya. Beberapa diantaranya mengadakan sebuah penelitian terkait virus yang pertama kali orang-orang temukan di Negara China ini.

Para peneliti dan ahli dari seluruh dunia berbondong-bondong untuk meneliti serta mencari cara untuk  membuat vaksin agar dapat segera mengakhiri pandemi Covid-19 yang makin hari makin meningkat kasusnya. 

Namun ternyata untuk mendapatkan sebuah vaksin, mereka harus menjalani beberapa serangkaian ujian yang nantinya baru bisa mendapatkan sebuah dukungan dan persetujuan dari setiap negara sebagai obat yang terbukti aman dan ampuh dalam mengakhiri kisah virus Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia

Vaksin yang Disetujui Pemerintah Bogor Untuk Disebarluaskan

Beberapa vaksin yang terbukti dapat negara gunakan untuk mencegah dan mengobati virus ini dibagi menjadi beberapa macam. Vaksin tersebut yang nantinya akan pemerintah gunakan untuk mencegah dan mengobati virus Covid-19. 

Beberapa vaksin yang terdaftar diantaranya adalah Vaksin merah putih, AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation atau mereka sebut dengan Sinopharm, dan Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac Biotech. Vaksin-vaksin tersebut nantinya akan mereka sebarluaskan ke seluruh penjuru Negara.

Berita tentang penemuan vaksin ini, akhirnya membuat pemerintah setempat setuju untuk menggunakan vaksin tersebut. Pemerintah berupaya untuk memberikan layanan kesehatan berupa pemberian vaksin secara gratis. 

Berita ini akhirnya sampai pada pemerintah kota Bogor, yang kemudian memberikan tanggapannya. Pemerintah membenarkan berita tersebut. Bahkan untuk Bogor sendiri, pemerintah telah mempersiapkan setidaknya empat belas ribu dosis atau bisa disebut ampul vaksin Covid-19 akan tiba di Kota Bogor. Rencana barang tersebut tiba pada tanggal 11 sampai dengan 14 januari 2020.

Setelah Vaksin Datang, Fokus Utama Adalah Tenaga Kesehatan

Pemerintah mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memberikan setidaknya dua hari setelah vaksin datang nanti. Yang akan menjadi fokus mereka terlebih dahulu adalah orang tenaga kesehatan dan non kesehatan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang nantinya akan mendapatkan 7000 vaksin.  

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor. Dalam pertemuan dengan media massa kemarin, Wakil Walikota Bogor yang bernama Dedie A Rachim mengatakan bahwa ada lebih dari 9.669 orang yang terdaftar menjadi tenga fasilitas pelayanan kesehatan. Ia menambahkan bahwa jumlah untuk Dinas Kesehatan mencapai 144 orang saja yang ada di luar Puskesmas.

Wakil Wali Kota Bogor juga memberikan kejelasan bahwa untuk penempatan vaksin akan mereka pusatkan pada gudang farmasi Dinkes yang berlokasi di Jalan kesehatan pada kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Kemudian sementara itu perihal untuk pemberian vaksin yang selanjutnya akan mereka pusatkan di empat puluh satu fasyankes dimana dua puluh lima sisanya berada pada Puskesmas.  

Bagikan info ini

1 komentar