Oknum Polantas Melakukan Pemukulan Kepada Pengemudi Ojol

Sumber Foto: Radar Bogor

Terkadang ketidakwaspadaan atau ketidak awasan pengemudi di jalan raya bisa berdampak kepada pengemudi itu sendiri ataukah orang lain. Namun, tidak semua pengemudi yang selalu bersikap ceroboh atau seenaknya saat mengendarai kendaraan. Berbeda dengan peristiwa beberapa hari kemarin yang sempat viral di dunia maya. Dimana di video tersebut dipertontonkan bagaimana sikap seorang pengemudi ojol yang sudah meminta maaf kepada aparat, justru dibalas dengan sikap yang tidak patut untuk ditiru.

Sikap arogan yang dipertontonkan oknum aparat kepolisian kepada masyarakat memang terbilang tidak pantas, ditambah jika anak di bawah umur yang melihatnya. Naas, kejadian tidak mengenakan kali ini dialami salah seorang pengemudi ojek online (Ojol) saat melintas di Jalan Raya Pajajaran, tepatnya di persimpangan Tugu Kujang, Kota Bogor.

Dimana videonya yang kini menyebar di media sosial, seperti yang diunggah oleh akun instagram pojokbogor. Dalam video tersebut, terlihat dua anggota polisi berusaha mengejar pengemudi ojol dijalan raya.

Entah apa penyebabnya, dua orang personel kepolisian itu mengejar salah seorang pengemudi ojol dan langsung meneriaki dan marah - marah serta melontarkan ucapan yang tidak pantas.

Tidak hanya mengeluarkan kata yang kasar, salah seorang polisi juga langsung menendang sang pengemudi ojol. Padahal, pengemudi ojol yang belum diketahui identitasnya tersebut sudah berusaha untuk meminta maaf.

Berdasarkan keterangan melalui akun instagram pojokbogor, sang pengemudi ojok diduga tidak sengaja dan tidak sadar masuk area yang sudah dibersihkan karena presiden RI akan melintas, namun yang disayangkan tindakan sang polisi yang begitu arogan dan tidak bisa bersikap secara bijak dan baik.

Dengan adanya video tersebut, tentu saja itu menjadi satu teguran kepada pihak aparat untuk bisa bersikap lebih bijak dalam mengatasi permasalahan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara baik - baik.

Bogor Kota menindak tegas Aipda R, oknum polisi lalulintas Polretsa Bogor yang melakukan aksi arogan saat mengamankan jalur Presiden, Sabtu (5/10/2019) kemarin.


Polisi lalu lintas yang menendang dan memukul driver ojek online di Tugu Kujang tersebut, Kota Bogor meminta maaf atas perilaku yang dilakukannya. Terlihat keduanya saling berangkulan dan bermaaf - maafan.

Rekaman video proses permintaan maaf keduanya terlihat menyebar di media sosial, Sabtu (5/10) malam.

Akibat dari perbuatan sang aparat, maka anggota Polantas tersebut akan dimutasi ke bagian staf.

“Anggota tersebut akan dimutasi ke bagian staf,” jelas Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, kepada media saat jumpa pers, Sabtu malam.

Entah sebagai sanksi kode etik ataukah karena dampak dari permbuatan sang aparat, sehingga dirinya dimutasi pada bagian dalam atau kantor. Hal tersebut patut menjadi lampu merah bagi siapun oknum aparat yang bertindak arogan tanpa sebab kepada masyarakat yang dikira tidak disengaja ataukah masih dalam taraf ringan, sebaiknya tidak langsung dihukum dengan cara kekerasan fisik.

Kapolres pun turut mengucapkan permohonan meminta maaf perihal sikap arogan anggotanya tersebut.

“Saya meminta maaf atas sikap anggota saya itu,” ungkapnya.

Sama halnya dengan video penendangan dan pemukulan, video minta maaf ini juga tersebar cepat melalui media sosial WhatsApp (WA).

“Saya meminta maaf kepada saudara Kholil atas tindakan saya yang kurang tepat pada saat pengamanan presiden. Saya minta maaf atas kejadian tadi siang,” jelas polisi yang mengenakan seragam Polantas itu.

Dengan sikap gentle dari sang aparat kepada pengemudi ojol, diharapkan segala tindakan arogan masih bisa diredam. Karena tugas aparat adalah sebagai pengayom masyarakat, terkecuali dalam hal penyimpangan atau tindak kriminal yang dilakukan masyarakat yang merugikan kehidupan orang lain, itu baru boleh ditindak secara tegas.

0 Komentar