Dirjen Pajak Perpanjang Masa Berlaku Insentif Pajak Hingga Akhir Tahun

BAGIKAN


Bogor 20 Juli 2020 - Direktorat Jenderal Pajak atau Dirjen Pajak secara resmi mengumumkan tentang perpanjangan masa berlaku dari insentif pajak. Perpanjangan ini berlaku sampai akhir tahun, atau tepatnya pada  Desember 2020. Kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak pandemi Covid-19 melanda Maret 2020 lalu, hingga September 2020. Namun, kondisi pandemi yang tidak kunjung mereda membuat kebijakan ini diperpanjang.

Keputusan ini diatur di dalam PMK atau Peraturan Menteri Keuangan No 86 2020.  Peraturan tersebut adalah revisi dari peraturan menteri keuangan sebelumnya. PMK tersebut adalah PMK No. 44 tahun 2020.  PMK ini mengatur perihal insentif pajak yang diperuntukkan bagi wajib pajak, terutama yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Hanya Untuk Wajib Pajak Yang Terdampak Pandemi

Hestu Yoga Saksama, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak  memberikan penjelasan kepada para wartawan tentang hal ini pada Senin, 20 Juli 2020. Ia mengatakan bahwa insentif pajak tersebut bukan untuk semua wajib pajak. Namun, peraturan ini berlaku bagi para pelaku industri yang terdampak oleh pandemi ini.

Hestu melanjutkan bahwa insentif pajak untuk para pelaku yang terdampak dari pandemi Covid-19 saat ini sudah disediakan bagi sektor usaha dengan jenis yang lebih luas. Ia mengatakan bahwa prosedurnya juga sangat sederhana. Bahkan lebih sederhana dari sebelumnya. Ia menjelaskan beberapa jenis insentif yang mendapat kebijakan untuk diperpanjang.  Ia mengatakan bahwa perpanjangan tersebut berlaku untuk insentif PPh pasal 21, kemudian PPh pasal 22 impor, serta angsuran PPh pasal 25, dan juga pajak untuk usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM dan juga PPN.

Yoga memberikan penjelasan lebih rinci. Ia mengatakan bahwa khusus insentif PPh pasal 21 nantinya akan diberikan untuk para karyawan di beberapa perusahaan yang memiliki bidang usaha kategori tertentu,yang berjumlah 1.189. Perusahaan tersebut akan mendapat fasilitas dan kemudahan untuk impor tujuan ekspor atau KITE. Peraturan ini juga berlaku untuk perusahaan di kawasan berikat.  Sebelumnya, fasilitas ini hanya disediakan untuk sejumlah 1.062 sektor bidang industri serta perusahaan yang termasuk dalam kategori KITE.

UMKM Juga Akan Mendapatkan Insentif

Yoga menyambung bahwa nantinya insentif pajak untuk usaha mikro kecil menengah atau UMKM juga akan mendapatkan pembebasan dari PPh final UMKM yang berjumlah 0,5 persen. Bagi para pelaku UMKM di seluruh Indonesia, yang ingin mendapatkan fasilitas insentif tersebut tidak akan menemui kesulitan. 

Mereka hanya perlu menyampaikan dalam bentuk laporan realisasi yang dilakukan setiap bulan secara rutin. Para pelaku UMKM tidak perlu menunjukkan surat keterangan lagi. Surat keterangan tersebut sebelumnya menjadi kewajiban yang harus disertakan oleh pelaku UMKM, merujuk kepada Peraturan Pemerintah (PP) No 23 Tahun 2018.

Tentu hal ini akan disambut dengan gembira oleh para pelaku usaha, terutama yang tergabung dalam UMKM. Beberapa waktu sebelumnya, Hariyadi Sukamdani, sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo sempat mengomentari langkah ini. Ia memberikan catatan khusus untuk kebijakan dari pemerintah. Dalam hal ini, tentu adalah Dirjen Pajak. Pemberian insentif dari Dirjen Pajak tersebut, menurut Apindo, masih belum dapat menjadi solusi bagi para pemilik industri atau semua pelaku usaha. Ia berpendapat bahwa stimulus tersebut belum terserap secara maksimal.

Hariyadi mengatakan bahwa semua stimulus yang dibuat oleh pemerintah, terutama Dirjen Pajak, perlu dilakukan untuk dapat memperingan beban yang sudah dialami oleh pemilik usaha, dalam hal ini modal dan biaya operasional. Ia mengatakan bahwa para pengusaha sangat mengharapkan hal tersebut untuk dapat bertahan hidup.

Editor: Shara Nurrahmi

KOMEN

Nama

Acara,109,Artikel,58,Berita,1082,Budaya,18,Cenderamata,13,Gereja,22,Hotel,20,Kabupaten,142,Kaleidoskop,1,Kesehatan,1,Kota,239,Kriminal,62,Kuliner,70,Lalu Lintas,1,Masjid,40,Peluang Usaha,17,Pemerintah,69,Pemkot,8,Pengumuman,41,Pura Wihara Klenteng,8,Resep,3,Rumah Sakit,7,Sejarah,5,SIM Keliling,4,SPBU,9,Tips,2,Travel Agent,4,Usaha Sampingan,4,Video,13,Warga Bogor,7,Wisata,115,Wisata Alam,22,Wisata Belanja,14,Wisata Hiburan,15,Wisata Pendidikan,13,
ltr
item
Bogor Channel: Dirjen Pajak Perpanjang Masa Berlaku Insentif Pajak Hingga Akhir Tahun
Dirjen Pajak Perpanjang Masa Berlaku Insentif Pajak Hingga Akhir Tahun
https://1.bp.blogspot.com/-pRSjVbTI9SA/XxUUESBxWuI/AAAAAAAAAVM/PldgS7YlbNQPWrzNcZR5DHUie5X-53ZUwCLcBGAsYHQ/s640/BERITA%2B21.png
https://1.bp.blogspot.com/-pRSjVbTI9SA/XxUUESBxWuI/AAAAAAAAAVM/PldgS7YlbNQPWrzNcZR5DHUie5X-53ZUwCLcBGAsYHQ/s72-c/BERITA%2B21.png
Bogor Channel
https://www.bogorchannel.com/2020/07/Dirjen-Pajak-Perpanjang-Masa-Berlaku-Insentif-Pajak-Hingga-Akhir-Tahun.html
https://www.bogorchannel.com/
https://www.bogorchannel.com/
https://www.bogorchannel.com/2020/07/Dirjen-Pajak-Perpanjang-Masa-Berlaku-Insentif-Pajak-Hingga-Akhir-Tahun.html
true
487565626958994874
UTF-8
Memuat Semua Pos Tidak ditemukan post apa pun LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batalkan balasan Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua REKOMENDASI UNTUK ANDA INFO ARSIP PENCARIAN SEMUA POST Tidak ditemukan post sesuai permintaan anda Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM INI DIKUNCI LANGKAH 1: Bagikan. LANGKAH 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka kunci Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Anda Tidak dapat menyalin kode / teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin