Selama Pandemi Ribuan Karyawan di Bogor Kena PHK - Bogor Channel

Selama Pandemi Ribuan Karyawan di Bogor Kena PHK

Bogor, 11 Januari 2021 - Memasuki tahun 2021 ini, pandemi Covid-19 sepertinya tidak kunjung selesai. Bahkan terkesan sudah setahun ini pandemi satu ini telah menemani kita semua. Sementara itu dampak dari pandemi ini sangat terasa bagi para pekerja apalagi untuk orang yang bergerak dalam bidang jasa dan istrustri.

Bahkan dalam pandemi 2020 lalu, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kota Bogor telah mencatat setidaknya ada 1052 orang yang sudah terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK. Elia selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mengatakan bahwa sektor jasa hotel dan restoran misalnya. 

Jasa Hotel dan Restoran Alami Kondisi  Sulit Selama Pandemi

Dua bidang itu menjadi sektor yang paling banyak menyumbangkan angka PHK, hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah perihal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah pemerintah terapkan pada awal pandemi lalu.

Elia juga menambahkan, bahwa setidaknya ada 290 perusahaan bahkan bisa lebih yang melakukan PHK selama pandemi ini. Akan tetapi berdasarkan catatan miliknya, untuk PT Unitex menjadi salah satu perusahaan yang disinyalir paling banyak memberikan sumbangan jumlah pegawai yang terkena PHK.

Secara garis besar sebetulnya masyarakat yang telah terkena PHK merupakan masyarakat yang telah bekerja di bidang formal. Bidang formal yang dimaksud adalah seperti perhotelan yang pada saat ini telah mengalami mati suri apalagi setelah pandemi Covid-19 ini datang.

Upaya Disnaker Untuk Mengatasi Masalah PHK

Sementara itu, untuk apa yang telah diupayakan oleh Disnaker untuk para pekerja yang telah di PHK maupun yang dirumahkan, mantan Kadis DLH mengatakan bahwa Disnaker telah memfasilitasi. Apalagi yang berkaitan dengan kompensasi para pekerja yang tidak semuanya terpenuhi secara peraturan perundang-undangan atau yang telah mereka perundingan dengan perusahaan yang telah mempekerjakan mereka tanpa ada ada yang merasa dirugikan dalam kesepakatan itu.

Hal tersebut dikarenakan, pihaknya tidak punya kewajiban atau kuasa untuk menekan perusahaan yang telah melakukan PHP atau merumahkan para karyawannya. Jika pekerja tidak melakukan sebuah permohonan pencatatan perselisihan untuk perusahaan fasilitasi dan mediasi secara bertahap oleh pihak dinas tenaga kerja.

Ia memberikan tambahan, bahwa saat ini sudah ada beberapa karyawan dari sejumlah perusahaan yang telah berkonsultasi dan meminta arahan mereka. Untuk jumlah pekerja yang telah memohon untuk meditasi saat ini sekitar ada lima orang yang kebetulan berasal dari tiga perusahaan berbeda. Untuk mereka yang telah melakukan konsultasi tentang hubungan industrial dan setiap harinya telah kami terima dari email.

Bima Arya: Sejumlah Sektor Tunjukkan Angka Minus

Akan tetapi, sebelumnya Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pada saat evaluasi capaian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor 2020. Ada sejumlah sektor yang telah menunjukan angka minus dan kondisinya yang tidak baik baik saja dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya merupakan angka kemiskinan yang ternyata naik hingga 0,91 persen dan angka untuk jumlah pengangguran juga telah melonjak cukup jauh yakni hingga 7 persen.

Hal tersebut telah melengkapi semua catatan minus di beberapa sektor lainnya pada tahun 2020. Seperti untuk angka Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah turun 35 persen, IPM Kota Bogor yang telah turun sebanyak 0,12 poin atau sekitar 76,11 hingga realisasi belanja pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang telah turun 7,46 di tahun 2020 lalu.

Akan tetapi pemerintah Wali Kota Bogor telah menegaskan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Untuk itu semua sektor pemerintah daerah telah mengalami yang yang sama, bahkan bisa jadi ke tingkat nasional.  

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda