DPRD: Bagaimana Kelanjutan Fasilitas Wifi Gratis Bagi Pelajar? - Bogor Channel

DPRD: Bagaimana Kelanjutan Fasilitas Wifi Gratis Bagi Pelajar?

Bogor, 01 Maret 2021 - Karnain Asyhar, anggota Banggar DPRD Kota Bogor, menanyakan kelanjutan fasilitas wifi gratis bagi pelajar yang melaksanakan PJJ tahun ajaran 2020-2021. Padahal tahun ajaran 2020-2021,  bertepatan semester genap sudah dimulai sejak Januari lalu, tetapi pemerintah Kota Bogor baru mengajukan refocussing anggaran. 

Refocussing anggaran yang diajukan oleh pemerintah Kota Bogor untuk fasilitas wifi gratis lewat dinas kominfo, baru terlaksana pada Maret 2021. Hal tersebut dinyatakan oleh Karnain Asyhar, pada 28 Februari 2021 di Kota Bogor, melalui ponselnya. 

Semenjak, pandemi Covid-19, pemerintah telah mengadakan fasilitas kuota internet gratis dan wifi publik, agar kegiatan belajar mengajar terlaksana dengan baik. 

Pentingnya Alokasi Anggaran Untuk Wifi Publik

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah membahas pentingnya alokasi anggaran untuk menjalankan fasilitas wifi gratis, karena pandemi belum usai. Usulan tersebut dibahas dalam rapat RAPBD 2021, yang terselenggara pada Oktober 2020. 

Tetapi, menurut BPKAD Kota Bogor alokasi anggaran tersebut tidak diperlukan. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mengungkapkan, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk kuota internet gratis bagi siswa yang belajar daring. 

Pernyataan dari pihak badan pengelolaan keuangan dan aset daerah pada Kota Bogor, dinyatakan oleh Karnain Asyhar. 

Alokasi Anggaran Biaya Tidak Terduga 

Pada tahun 2020, pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan dana sebesar 2 miliar yang berasal dari Biaya Tidak Terduga (BTT). Anggaran BTT berasal dari APBD Kota Bogor, pemerintah Kota Bogor mengalokasikan anggaran tersebut lewat dinas kominfo.

Anggaran tersebut dipergunakan untuk memasang wifi publik, serta menyambung koneksi internet di seluruh RW yang berada pada Kota Bogor. Total unit wifi gratis tersebut berjumlah 797, koneksi internetnya berlaku selama bulan September sampai Desember 2020. 

Banggar Mempertanyakan Kelanjutan Program Wifi Gratis

Karnain Asyhar sendiri yang juga menjabat ketua pansus pengawasan penanganan Covid-19 pada DPRD, menanyakan kelanjutan fasilitas wifi gratis bagi pelajar. Mengingat pelajar yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh semester genap, tahun ajaran 2020-2021, sangat membutuhkan koneksi internet untuk mendukung pembelajaran. 

Panitia khusus pengawasan penanganan Covid-19 DPRD, bersama satgas penanganan Covid-19 Bogor, telah melaksanakan rapat kerja. Kegiatan tersebut bertempat pada gedung DPRD Kota Bogor, pada pekan lalu. 

Pada rapat tersebut, salah satu anggota Pansus juga menanyakan kelanjutan fasilitas wifi untuk kalangan publik itu. Karnain Asyhar selaku pemimpin rapat kerja, memperoleh jawaban, jika pihak pemerintah Kota Bogor akan melakukan pengajuan refocussing anggaran. 

Rencananya, pengajuan tersebut terlaksana pada Maret 2021, anggaran akan dialokasikan pada fasilitas wifi publik di Kota Bogor. 

Pembelajaran Jarak Jauh di Bogor Berjalan Lancar 

Berdasarkan keterangan yang diungkapkan melalui ponselnya, menurut kepala dinas pendidikan Kota Bogor, PJJ berjalan secara lancar. Fahrudin yang menjabat posisi tersebut, mengatakan kegiatan belajar mengajar, tahun ajaran 2020-2021 semester genap, melalui daring berjalan baik. 

Menurut hasil monitoring yang dilaksanakan oleh unit pelaksana tugas pada SD dan SMP menyatakan, pembelajaran jarak jauh terlaksana dengan lancar. Sejauh ini tidak ada keluhan mengenai PJJ, dan fasilitas mengakses wifi secara gratis menjadi tanggung jawab dinas kominfo. 

Pernyataan mengenai hasil monitoring dan kondisi terkait tentang pelaksanaan PJJ, diungkapkan oleh Fahrudin selaku kepala dinas sosial Kota Bogor. 

Pengadaan fasilitas wifi gratis, merupakan hal yang penting yang perlu terlaksana secara rutin oleh pemerintah. Salah satu problematika dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh atau sistem daring adalah koneksi internet. 

Karena, tidak semua siswa berasal dari keluarga yang berkecukupan secara finansial, harus membeli kuota setiap bulannya tentu memberatkan pengeluaran juga. Pandemi juga melemahkan kondisi perekonomian sebagian besar orang.

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda