TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Tragedi AKN: Fakta Baru yang Menguak dari Jakarta hingga Tenjo

Tragedi AKN: Fakta Baru yang Menguak dari Jakarta hingga Tenjo

Daftar Isi
×


Penyelidikan atas kasus meninggalnya Alvaro Kiano Nugroho (AKN) terus bergulir dan menyita perhatian publik di Bogor. Polisi memaparkan rangkaian kejadian yang membuat publik bertanya bagaimana kekejaman seperti ini bisa terjadi, terutama karena pelaku yang diduga kuat adalah ayah tiri korban sendiri.

Paparan Polisi dan Jejak Awal Kasus

Polda Metro Jaya menjelaskan detail peristiwa yang menimpa AKN, seorang bocah enam tahun yang tewas akibat tindakan sadis ayah tirinya, Alex Iskandar (AI). Informasi itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin siang.

Ia menyebut pengakuan tersangka membuka fakta mendasar bahwa insiden tragis tersebut bermula dari upaya penculikan. Dalam pengakuannya, pelaku membawa sang anak dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan. “Saat membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia,” ujarnya.

Budi menambahkan bahwa setelah memastikan korban tak bernyawa, AI membungkus tubuh kecil itu menggunakan tas plastik hitam. Ia lalu membawa tubuh AKN keluar kota dan membuangnya ke wilayah Tenjo, Bogor. “Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2025 pada malam hari, atau tiga hari setelah diketahui AKN hilang,” kata Budi.

Peran Saksi Kunci dan Temuan Kerangka

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menguraikan proses menemukan jenazah yang penuh tantangan. Penyidik memeriksa sejumlah saksi hingga akhirnya satu orang menjadi kunci penting dalam mengungkap misteri tempat pembuangan tubuh korban.

“Ada satu saksi inisial G yang mana saksi kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai hewan,” jelas Ardian dalam konferensi pers lanjutan.

Setelah rekonstruksi dilakukan, saksi tersebut menunjukkan lokasi pembuangan plastik misterius itu. Dengan bantuan unit K-9 Mabes Polri dan tim Polda Metro Jaya, pencarian menghasilkan titik terang. “Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN,” tambahnya.

Pengungkapan ini membawa penyidik pada fakta baru yang lebih memilukan, membuat publik hanya bisa menggeleng teuing karena tidak menyangka pelaku sedemikian tenang menyembunyikan jejak kekerasannya.

Fakta Baru: Jenazah Disimpan Tiga Hari di Garasi

Dalam paparan lanjutan, Ardian mengungkapkan bahwa pelaku menyimpan jenazah AKN selama tiga hari di garasi rumah sebelum akhirnya membuangnya. “Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh tersangka ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor,” kata Ardian.

Ia menjelaskan bahwa dugaan pembunuhan terjadi pada Kamis, 6 Maret 2025 di rumah pelaku di Tangerang. Setelah itu, tubuh korban disembunyikan di garasi hingga akhirnya dipindahkan. “Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ,” ucapnya menjelaskan.

Ardian menambahkan bahwa tubuh kecil AKN baru dipindahkan pada Senin, 9 Maret 2025 menggunakan mobil menuju Tenjo. Di sana, pelaku membuangnya tepat di bawah jembatan Cilalay, menutup rangkaian aksi yang kini terkuak setahap demi setahap melalui penyelidikan intensif pihak kepolisian.

0Komentar