TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026: Ramadan & Cap Go Meh Bareng, Simbol Toleransi di Kota Hujan

Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026: Ramadan & Cap Go Meh Bareng, Simbol Toleransi di Kota Hujan

Daftar Isi
×

 

Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) 2026 bakal jadi momen once in a lifetime karena berbarengan sama bulan Ramadan. Event budaya khas Tionghoa ini justru dimanfaatkan sebagai panggung besar harmoni antarumat beragama di Kota Bogor. Panitia bilang, ini bukan cuma perayaan biasa, tapi statement kuat soal toleransi yang lagi dibutuhin banget sekarang.

Ketua Panitia BSF CGM 2026, Arifin Himawan, langsung ngasih penjelasan panjang lebar. Menurut dia, “Ini momen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Cap Go Meh dan Ramadan hadir di bulan yang sama. Kami melihatnya sebagai momentum baik untuk memperkuat toleransi dan kerukunan dalam satu event di Kota Bogor,” ujar Arifin saat diwawancarai, Minggu (11/1).

Penyesuaian Rute & Waktu Biar Tetap Respect Ibadah Puasa

Supaya ga ganggu suasana Ramadan, panitia bikin beberapa penyesuaian smart. Pawai budaya yang biasanya melintasi Jalan Siliwangi sekarang dibatasi sampai Gang Aut, lalu balik lagi lewat Jalan Roda. Waktu pelaksanaan juga digeser setelah salat tarawih supaya umat Muslim tetap nyaman beribadah. “Penyesuaian rute ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi Ramadan dan efektivitas pengamanan,” jelas Arifin.

Selain itu, rangkaian acara bakal lebih panjang. Bazar UMKM Ramadhan digelar tiga hari penuh, mulai 1-3 Maret 2026, di sepanjang Jalan Suryakencana. Minimal 150 pelaku UMKM lokal bakal ikutan, tentu setelah lolos seleksi ketat dari panitia. Nuansa Ramadan bakal kental lewat pertunjukan seni budaya, atraksi barongsai-liong, plus berbagai vibes positif yang bikin suasana makin hangat.

Bukber Anak Yatim Jadi Pembuka Manis Tahun ke-11

Hari pertama, Minggu (1/3), langsung dibuka dengan moment paling heartwarming: buka puasa bersama 400 anak yatim dari seluruh kecamatan di Bogor. Acara ini udah rutin banget dan tahun ini genap ke-11 kalinya, dipusatkan di pelataran Vihara Dhanagun. “Bukber anak yatim ini menjadi pembuka rangkaian CGM setiap tahunnya dan menjadi wujud kepedulian sosial kami,” ungkap Arifin dengan bangga.

Puncaknya tetep pada 3 Maret 2026: pawai budaya megah di Jalan Suryakencana setelah tarawih. Panitia lagi sibuk hitung-hitungan tenda UMKM yang bakal membentang sekitar 100 meter di beberapa titik strategis. Semua dipersiapkan matang biar event berjalan khidmat sekaligus meriah.

BSF CGM 2026 bukan sekadar pesta lampion dan liong—ini bukti nyata kalau Bogor bisa jadi contoh ngahiji dalam keberagaman, bahkan di bulan yang penuh berkah sekaligus tradisi. Siap-siap catet tanggalnya, bro—ini bakal jadi cerita yang diceritain ke anak cucu nanti.

0Komentar