Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memastikan rencana penataan Flyover Cileungsi terus dimatangkan. Perbaikan infrastruktur ini diarahkan menyerupai Flyover Cibinong, namun tetap disesuaikan dengan karakter kawasan setempat agar lebih fungsional, tertata, dan relevan bagi kebutuhan masyarakat sekitar.
Kepala DPKP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menegaskan penataan Flyover Cileungsi akan dilakukan secara menyeluruh tanpa meniru mentah konsep Flyover Cibinong. Penyesuaian desain dilakukan agar flyover tersebut mampu menyatu dengan lingkungan sekitar secara ngahiji dan tidak kehilangan identitas lokal kawasan.
“Flyover Cileungsi nanti ke depan akan kita perbaiki kurang lebih seperti Flyover Cibinong, tapi konsepnya beda. Sekarang ini masih kita finalkan desain fiksnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (16/1). Menurutnya, konsep tersebut menyesuaikan kondisi eksisting di sekitar flyover.
Desain Kawasan Disesuaikan dengan Lingkungan
Eko menjelaskan, kawasan Flyover Cileungsi memiliki taman dan sejumlah ruang publik yang akan ikut ditata. Seluruh elemen dirancang agar menyatu secara visual dan fungsi, sehingga tidak menimbulkan perubahan berulang. “Makanya sekarang masih kita desain yang benar-benar final supaya nanti tidak ada perubahan lagi,” jelasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, DPKP menargetkan penataan Flyover Cileungsi dapat direalisasikan pada tahun 2026. Namun, saat ini pemerintah daerah masih menyesuaikan kesiapan anggaran dan tahapan prioritas pekerjaan awal yang akan lebih dulu dikerjakan secara bertahap dan terukur.
“Target detailnya belum, kita lagi finalkan mana saja yang diprioritaskan untuk segera dilakukan pekerjaan awal,” ungkap Eko. Ia menambahkan, perencanaan yang matang menjadi kunci agar proses pembangunan berjalan efektif, efisien, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan flyover.
Ruang Kreatif Anak Muda Jadi Pertimbangan
Menariknya, DPKP juga merespons positif usulan penyediaan fasilitas skatepark di area taman Flyover Cileungsi. Menurut Eko, fasilitas tersebut memungkinkan diwujudkan sebagai ruang aktivitas warga, khususnya anak muda, agar kawasan flyover menjadi lebih hidup dan inklusif secara sauyunan.
“Bisa, nanti kita wujudkan. Kita lihat ke depan. Mudah-mudahan Januari dan Februari ini semua perencanaan bisa kita finalkan, sehingga di bulan Maret sudah bisa bergerak semua kegiatan pembangunan,” katanya optimistis terkait progres perencanaan yang sedang berjalan.
Dengan penataan ini, Flyover Cileungsi diharapkan bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi ruang publik yang nyaman, tertata, dan ramah masyarakat. Bukan sekadar jalur lalu lintas, flyover ini disiapkan menjadi simpul aktivitas kota, tempat infrastruktur dan kehidupan warga bertemu dengan wajah baru yang lebih manusiawi.
0Komentar