Penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung lagi jadi topik hangat, nih. Para menteri rapat bareng bahas pemulihan lahan plus antisipasi longsor di hulu. Mulai dari pembangunan retensi air sampe penegakan hukum, semuanya digeber buat jaga ekosistem. Kolaborasi pusat-daerah ini lit banget, euy, biar banjir nggak lagi bikin chaos di Jabodetabek.
Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno, dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri ATR/BPN H. Ossy Dermawan, B.S., M.Sc., dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Ada juga perwakilan daerah terkait, semuanya kumpul di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Fokusnya penguatan sinergi antar-pemerintah buat atasi banjir terintegrasi.
Upaya Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Upaya ini mencakup pembangunan retensi air, penghijauan kembali, penguatan regulasi, mitigasi bencana, serta penegakan hukum di kawasan hulu. Khususnya di Ciawi, Megamendung, dan Cisarua yang strategis banget buat keseimbangan alam. Pemkab Bogor diminta pantau aliran Sungai Ciliwung dari jembatan simpang Pasir Muncang, Gadog, biar nggak ada celah banjir.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, tegas komitmen Pemkab buat sinergi sama pusat dan daerah lain. Jaga kelestarian lingkungan sekaligus lindungi masyarakat dari risiko banjir-longsor. "Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Rudy Susmanto.
Kolaborasi Multisektor untuk Masa Depan Hijau
Menko PMK Pratikno soroti pentingnya tangani banjir secara terintegrasi dan multisektor, khusus di DAS Ciliwung dari Bogor sampe Jakarta. "Harus ditangani dari hulu, dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dan melibatkan berbagai sektor," tegas Menko PMK. Pendekatan ini bikin solusi lebih kuat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Pratikno tekankan penguatan infrastruktur tangguh, rehabilitasi lingkungan lewat reboisasi, tingkatkan SDM, regulasi lebih ketat, plus penegakan hukum konsisten. Semua harus komprehensif, kolaboratif antar-kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Ini vibe yang bikin perubahan nyata, mah.
Bayangkan kalau banjir Ciliwung ini kita atasi bareng, Jakarta bakal jadi kota yang lebih chill, tanpa drama air bah tiap musim hujan—mari kita wujudkan itu, yuk!

0Komentar