TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Misteri Ikan Mati Massal di Situ Citongtut Cicafas: Dugaan Pencemaran dari 21 Pabrik!

Misteri Ikan Mati Massal di Situ Citongtut Cicafas: Dugaan Pencemaran dari 21 Pabrik!

Daftar Isi
×


Warga Cicafas, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, sempat panik level dewa akhir pekan lalu gara-gara ribuan ikan sapu-sapu mati mendadak dan mengapung di pinggiran Situ Citongtut. Fenomena ikan mati massal ini langsung bikin heboh dan memicu kecurigaan pencemaran lingkungan serius dari limbah industri.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor gercep turun tangan. Plt Kepala DLH, Teuku Mulya, langsung blusukan ke lokasi bersama timnya untuk mencari tahu akar masalahnya. Penyelidikan difokuskan pada aliran anak sungai yang masuk ke situ tersebut.

Anak Sungai Lewati 21 Perusahaan, Siapa Biang Keroknya?

Menurut Teuku, aliran air yang bermuara ke Situ Citongtut melintasi area 21 perusahaan. “Sedang diselidiki. Karena masalahnya anak-anak sungai itu berada di bawah pabrik. Kami selidiki dulu dari mana,” ujarnya, Minggu (25/1). Langkah ini jelas menunjukkan betapa kompleksnya tracing sumber pencemaran di kawasan industri padat seperti Gunung Putri.

Tim DLH berencana memeriksa satu per satu perusahaan yang berada di sepanjang aliran tersebut. Tujuannya simpel: menemukan pelaku yang paling mungkin membuang limbah berbahaya sehingga oksigen di air menurun drastis dan ikan-ikan malang itu ngelunjak ke permukaan.

Situ Citongtut Kembali Jernih, Tapi Penyelidikan Tetap Jalan

Meski situasi sempat chaos, kabar baik datang cepat. Teuku mengklaim kondisi Situ Citongtut sudah pulih dalam waktu singkat. “Hari ini sudah jernih kembali. Dan warga sudah aktifitas lagi sudah mancing lagi,” pungkasnya. Aktivitas warga kembali normal, nelayan lokal pun sudah boleh melaut lagi tanpa khawatir.

Namun DLH tidak mau berhenti di situ. Penyelidikan dugaan pencemaran akan terus digeber sampai ketemu titik terang siapa dalang di balik kematian ikan massal itu. Langkah preventif juga bakal ditingkatkan agar kejadian serupa nggak terulang.

Situ Citongtut yang sempat autopilot jadi saksi bisu drama lingkungan kini kembali bernapas lega—tapi pertanyaan besarnya tetap menggantung: sampai kapan kita baru benar-benar serius jagain air yang kita minum setiap hari?

0Komentar