Aksi demonstrasi panas pecah di Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026). Ribuan warga terdampak penutupan perusahaan tambang di Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang memblokade Jalan Raya Cigudeg pakai kendaraan tambang, sampai melempari kantor dengan batu hingga kaca pecah berantakan. Kemacetan parah langsung terjadi, sementara massa terus meluapkan amarah dan menuntut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati Bogor turun langsung.
Emosi warga memuncak karena janji kompensasi dari KDM belum terealisasi penuh meski tambang sudah ditutup sejak September 2025. Banyak keluarga kehilangan mata pencaharian, ekonomi ambruk, bahkan ada yang sampai rumah tangga retak gara-gara tekanan finansial. Situasi ini bikin warga merasa digantung dan keur lapar.
Tuntutan Keras: Kompensasi Segera Cair dan Tambang Dibuka Kembali
Salah seorang demonstran, Jarot dari Desa Rengasjajar, Cigudeg, blak-blakan menyuarakan kegeraman. "Sudah tiga bulan tambang ditutup, tetapi sampai hari ini saya belum menerima bantuan kompensasi dari KDM," ujarnya kepada Radar Bogor. Ia menambahkan bahwa dampaknya luar biasa berat, mulai dari sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga masalah rumah tangga yang rusak karena faktor ekonomi.
Jarot dan rekan-rekannya menuntut dua hal utama: kompensasi segera dibayarkan plus perusahaan tambang dibuka lagi agar kehidupan normal kembali. "Kami meminta KDM untuk segera bertanggungjawab memberikan kompensasi dan juga membuka kembali perusahaan tambang sehingga kehidupan kami kembali normal," harap Jarot.
Bupati Bogor Turun Tangan, Janji Kompensasi Cair Pekan Depan
Menanggapi aspirasi massa, Bupati Bogor Rudy Susmanto langsung datang menemui demonstran. Ia memastikan semua tuntutan terkait kompensasi dan pembukaan tambang akan direalisasikan secepatnya. "Kami terkait bansos tidak diam, kami membangun komunikasi dengan Pemprov Jabar terus berulang-ulang," ungkap Rudy Susmanto saat menghadapi para massa aksi.
Menurut Rudy, penyaluran kompensasi sudah diputuskan Pemprov Jabar beberapa hari lalu. Dari data awal 6.000 orang, ditambah 9.000 lagi, total sekitar 15.000 warga akan menerima bantuan. "Ada 15.000 orang yang akan dibayarkan oleh Pemprov Jabar paling cepat Rabu depan (21/1), dan paling lambat Kamis depan (22/1), hanya selisih sehari," tegasnya.
Untuk jalan khusus angkutan tambang, proses pembebasan lahan sudah berjalan sejak 2025 dan dilanjutkan 2026. Tuntutan pembukaan tambang? Rudy rencanakan pertemuan dengan perusahaan tambang besok, Selasa (13/1), lalu audiensi bersama Gubernur. Ia akui ada miskomunikasi, makanya info tak sampai ke warga. "Ada komunikasi yang tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat. Nanti besok-besok, ada apapun, tanya langsung ke pak akil bupati yang tinggalnya di Cigudeg, pasti gamblang," tukasnya.
Di tengah hiruk-pikuk ini, semoga janji cepat jadi kenyataan, biar warga Bogor Barat bisa bernapas lega lagi—bukan cuma nunggu angin lalu.
0Komentar