Pemerintah pusat lagi serius mengkaji Skytrain Jabodetabek, moda transportasi baru yang bakal jadi penyelamat kawasan timur Jakarta-Bogor yang selama ini kurang terjangkau rel massal. Proyek ini diharapkan memperkuat jaringan angkutan umum dan bikin mobilitas lebih smooth.
Skytrain dirancang sebagai feeder cerdas, bukan sekadar kereta gantung biasa. Sarana ini berpenggerak mandiri dan punya jalur elevated khusus, sehingga lebih fleksibel nyambungin permukiman ke simpul utama seperti LRT dan MRT.
Rute Prioritas: Cibubur Sampai Cariu, No Cap!
Fokus utama kajian Skytrain Jabodetabek jatuh ke koridor timur, mulai Cibubur, Jonggol, hingga Cariu di Kabupaten Bogor. Rute ini bakal jadi perpanjangan pengumpan LRT Jabodebek yang sudah nyambung sampai Cibubur.
“Kami mencoba mengembangkan satu jenis kereta baru yang kita sebut Skytrain. Ini bukan cable train, tetapi kereta api dengan sarana berpenggerak sendiri. Skytrain ini kami siapkan sebagai feeder,” ujar Risal Wasal, Dirjen Integrasi Transportasi Kementerian Perhubungan.
“Yang satu lagi mendukung LRT Jabodebek di Cibubur. Di Cibubur dari Mekarsari, atau bahkan dari Cariu di Kabupaten Bogor, sampai ke Stasiun Cibubur,” kata Risal lagi.
Wilayah Jonggol-Cariu lagi booming banget soal perumahan, tapi akses jalannya masih sering ngadat karena macet. Skytrain diharapkan potong waktu tempuh drastis dan kurangi ketergantungan mobil pribadi.
Masih Kajian Dini, Sabun Busa Belum Jadi
Proyek Skytrain Jabodetabek ini baru di tahap awal banget, belum masuk konstruksi. Studi mencakup demand penumpang, trase jalur, teknologi, sampai skema funding yang realistis.
Pemerintah bakal ajak Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor biar rencana ini nyambung sama tata ruang wilayah. Belum ada kepastian timeline, panjang lintasan, apalagi besaran investasi—semua nunggu kajian teknis-ekonomi kelar.
“Keberhasilan angkutan massal tidak hanya di jalur utama, tapi juga bagaimana masyarakat bisa mudah mencapai stasiun dari kawasan tempat tinggalnya,” tegas Risal.
Kalau Skytrain akhirnya meluncur, ribuan warga Bogor timur bakal punya akses transportasi massal yang lit, sekaligus bantu redam kemacetan koridor timur Jabodetabek yang sudah legend.
Bayangkan suatu pagi kamu naik Skytrain dari Jonggol, langsung nyambung LRT ke Jakarta—macet jadi cerita lama, dan bumi pun bilang makasih karena emisi berkurang.

0Komentar