TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Banjir Bandang dan Longsor Puncak Bogor: 36 Jiwa Terdampak, Rumah Warga Ambruk

Banjir Bandang dan Longsor Puncak Bogor: 36 Jiwa Terdampak, Rumah Warga Ambruk

Daftar Isi
×

 


Hujan deras Sabtu sore (14/2/2026) bikin chaos di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Banjir bandang plus longsor menerjang Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Total 12 kepala keluarga atau 36 jiwa kena imbasnya, bener-bener bikin hati nyesek.

Longsor Tembok Penahan Tanah Picu Banjir Bandang

Semuanya berawal sekitar pukul 15.45 WIB. Intensitas hujan tinggi bikin drainase di Kampung Bina Taruna RT 001/005 meluap parah. Aliran air yang membabi buta ini langsung merobohkan tembok penahan tanah (TPT) alias tanggul. Material longsor langsung nyelonong ke rumah-rumah warga.

“Peristiwa tadi sekitar pukul 15.45 WIB. Hujan deras membuat aliran drainase meluap hingga TPT longsor dan menimpa beberapa unit rumah warga, serta mengakibatkan banjir," kata Adam saat dikonfirmasi dalam keterangannya, Sabtu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, bilang tiga rumah kena hantaman material longsor langsung. Pemiliknya Agung (2 KK/8 jiwa), Asep (2 KK/6 jiwa), dan Adit (1 KK/4 jiwa). Sisanya, enam rumah lagi kebanjiran parah karena air bandang yang ikut masuk.

Daftar Rumah Terdampak Banjir dan Pengungsi

Enam rumah yang terendam banjir bandang masing-masing milik Rino (1 KK/6 jiwa), Mumun (1 KK/3 jiwa), Yayah Komariah (1 KK/1 jiwa), Riiyos (1 KK/2 jiwa), Budi (1 KK/4 jiwa), dan Nanang (1 KK/2 jiwa). Empat keluarga terpaksa ngungsi ke rumah kerabat karena longsor bikin tempat tinggal mereka nggak aman lagi—mereka dari keluarga Agung, Asep, Herman, dan Geri.

Satu rumah milik Ridwan (1 KK/4 jiwa) sekarang dalam status terancam. “Total terdampak 12 KK atau 36 jiwa. Sedikitnya empat rumah rusak parah, kerugian material masih dalam proses inventarisasi,” ujar Adam.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor masih stay di lokasi buat pendataan lebih lanjut dan pantau situasi. Semoga cepat pulih, ya, karena di Puncak, hujan deras emang sering bikin deg-degan mendadak.

Jangan sampai lupa, alam lagi ngomong keras, waktunya kita dengerin sebelum keburu kejadian lagi.

0Komentar