Pemadam kebakaran Kota Bogor siap naik level di tahun 2026. Komisi IV DPRD Kota Bogor lagi gencar dorong pemerintah kota buat optimalisasi layanan Damkar, mulai dari penambahan satu unit mobil rescue sampai relokasi Pos Damkar Yasmin ke Curug biar respons darurat makin cepet dan nendang.
Kenapa Pos Yasmin Harus Pindah ke Curug?
Menurut anggota Komisi IV, Banu Lesamana, pos di Yasmin udah mulai kelewat outdated buat nangani bencana kekinian. Lokasi barunya di Curug dinilai jauh lebih strategis karena bisa langsung cover wilayah barat Kota Bogor sampai Tanah Sareal tanpa harus muter-muter lama. “Kami mendukung penuh rencana ini. Lokasi di Curug sangat strategis untuk mempercepat akses penanganan kebakaran maupun kedaruratan lainnya,” kata Banu. Langkah ini diharapkan bisa memangkas waktu tempuh signifikan, apalagi buat kawasan yang padat lalu lintas.
Target Besar: Pos di Tiap Kecamatan & Armada Sampai 5 Unit
Nggak cuma soal relokasi, Komisi IV juga ngotot bangun Pos Damkar di setiap kecamatan, terutama di Bogor Selatan yang lagi berkembang pesat. Ide cerdasnya, manfaatin aset Pemkot yang belum diserahin developer sebagai lokasi potensial—efisien dan hemat anggaran. Di sisi armada, sekarang Damkar Bogor cuma punya dua unit mobil rescue, satu di antaranya udah ngadat. Target idealnya lima unit, makanya 2026 bakal ditambah satu unit dulu, sisanya menyusul tahun 2027. “Mobil rescue ini sangat penting karena laporan masyarakat tidak hanya soal kebakaran. Banyak panggilan darurat medis atau penyelamatan lain yang membutuhkan armada ini,” jelas Banu.
Prestasi Damkar Kota Bogor sendiri emang patut diacungi jempol. Waktu tanggap rata-rata cuma 9,6 menit—lebih kenceng dari standar nasional—jadi salah satu yang terbaik se-Jawa Barat bahkan nasional. Dengan tambahan infrastruktur dan armada ini, Bogor bakal makin siap hadapi segala bentuk chaos mendadak.
Siap-siap aja, Bogor 2026 bakal punya Damkar yang nggak cuma cepet, tapi juga auto bikin hati penduduk tenang—karena bantuan datang duluan sebelum panik nyebar.
0Komentar