Menjelang Ramadan 2026, Satpol PP Kabupaten Bogor gak main-main soal penertiban prostitusi terselubung. Operasi razia kilat di Cibinong dan Sukaraja, Rabu (18/2/2026), berhasil mengamankan total sembilan orang—lima wanita diduga pekerja seks komersial (PSK) plus empat pria hidung belang. Langkah tegas ini langsung jadi sorotan karena menyasar praktik asusila yang makin ngegas lewat aplikasi.
Petugas gabungan bergerak cepat setelah banjir laporan warga yang sudah muak melihat panti pijat berubah jadi tempat mesum. Kabid Tibum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara, bilang operasi ini murni respons atas keresahan masyarakat. Yang bikin miris, para pelaku ternyata memanfaatkan aplikasi pesan singkat Michat untuk mengatur transaksi prostitusi online dengan sangat rapi.
Target Utama: Panti Pijat yang ‘Beralih Fungsi’
Di lokasi pertama, Kelurahan Harapan Jaya, Cibinong, petugas langsung meringkus tiga wanita dan empat pria dalam satu operasi. Gak berhenti di situ, razia lanjut ke Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, dan berhasil mengamankan dua wanita lagi. Total sembilan orang diamankan dari dua titik yang sama-sama terindikasi sebagai sarang prostitusi terselubung.
"Total yang diamankan sembilan orang. Rinciannya, lima wanita diduga PSK dan empat pria, diamankan dari dua lokasi Cibinong dan Sukaraja," ungkap Rhama Kodara saat dikonfirmasi oleh awak media. Semua yang terjaring langsung diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk proses asesmen lebih lanjut.
Empat Wanita Akan Direhabilitasi di Sukabumi
Hasil asesmen Dinas Sosial menentukan nasib para wanita yang diamankan. Empat dari lima wanita tersebut bakal dikirim ke panti rehabilitasi di Sukabumi, Jawa Barat, demi pemulihan dan pembinaan. Langkah ini menunjukkan pendekatan tidak hanya represif, tapi juga rehabilitatif dari pemerintah daerah.
"Kegiatan hari ini menargetkan lokasi dari hasil aduan masyarakat yang berlokasi di kecamatan Cibinong dan Sukaraja yang terindikasi sebagai panti pijat dan tempat prostitusi," tutup Rhama menjelaskan fokus utama operasi tersebut.
Jelang bulan suci, Bogor kayaknya lagi serius beresin rumah sendiri—biar hati lebih bersih menyambut Ramadan, bukan cuma badan doang yang puasa.
0Komentar