TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Rencana Taman Peradaban Sunda Dapat Lampu Hijau Kemenbud: Kolaborasi Besar Buat Ngamumule Warisan Leluhur

Rencana Taman Peradaban Sunda Dapat Lampu Hijau Kemenbud: Kolaborasi Besar Buat Ngamumule Warisan Leluhur

Daftar Isi
×

 


Rencana pembangunan Taman Peradaban Sunda mulai masuk radar serius Kementerian Kebudayaan. Rabu (11 Maret 2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut pengurus Yayasan Ngamumule Peradaban Sunda di kantor Kemenbud, Senayan. Bukan cuma soal taman budaya doang, tapi juga peluang kolaborasi biar nilai-nilai Sunda nggak makin kejepit zaman.

Yayasan ini punya visi besar: menciptakan ruang yang nyatuin edukasi, lingkungan, dan budaya secara asli tapi tetap relevan. Ketua Yayasan, Lucky R. Sumanang, bilang taman ini bakal jadi tempat hidupnya kesundaan, bukan sekadar pajangan masa lalu yang berdebu.

Konsep Taman yang Bikin Baper: Miniatur Sunda dari Tarumanegara Sampai Pajajaran

“Kami ingin membangun sebuah taman peradaban yang tidak hanya menghadirkan unsur budaya, tetapi juga edukasi dan lingkungan, sehingga nilai-nilai kesundaan dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Lucky.

Lokasinya sudah ditargetkan di kawasan Tamansari, Bogor—tempat yang strategis banget buat warga Bogor dan sekitarnya. Desainnya bakal menghadirkan miniatur pedesaan Sunda lengkap dengan gunung, hutan, sawah, sampai air terjun. Ada juga zona sejarah yang nyambungin era Tarumanegara, Kerajaan Galuh, hingga Pakuan Pajajaran. Pokoknya, pengunjung bisa jalan-jalan sambil belajar tanpa merasa lagi di kelas sejarah yang bikin ngantuk.

Selain itu, taman ini dirancang jadi pusat pemberdayaan ekonomi warga lokal lewat pelatihan produksi dan pemasaran produk budaya. Jadi, nggak cuma estetik, tapi juga ngasih dampak nyata buat masyarakat.

Langkah Awal dan Dukungan Pemerintah: Dari Pameran Batik sampai Revitalisasi Situs

Yayasan juga nggak mau nunggu lama. Agenda jangka pendeknya adalah gelar pameran lukisan sketsa batik internasional yang bakal ngelibatin seniman dari berbagai negara—langkah cerdas buat ngangkat batik Sunda ke panggung global.

Pembina yayasan, Kusnin Asa, menekankan taman ini bakal jadi pusat edukasi sekaligus konservasi. Sementara itu, Menteri Fadli Zon langsung kasih sinyal positif. Dia bilang pelestarian budaya butuh gotong royong semua pihak.

“Pelestarian budaya tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat. Peradaban Sunda merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia,” kata Fadli.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menambahkan bahwa pemerintah memang pro-inisiatif dari komunitas. Di Jawa Barat sendiri, revitalisasi sudah jalan di Prasasti Cianten, Prasasti Batutulis, dan rencana besar buat Museum Pajajaran.

Jadi, ini bukan sekadar mimpi manis—tapi langkah nyata yang mulai ngagebeg bareng antara komunitas dan negara. Siapa sangka, Taman Peradaban Sunda bisa jadi jawaban biar generasi Z dan Alpha masih bisa ngerasain sunda asli di tengah hiruk-pikuk digital?

0Komentar