Proses pembongkaran Plaza Bogor dan Pasar Bogor kini memasuki fase krusial dengan progres mencapai 80 persen. Pemerintah Kota Bogor menunjukkan keseriusan dalam merombak wajah kawasan ini menjadi lebih tertata dan fungsional, sebuah langkah yang bisa dibilang cukup sat-set demi menjawab kebutuhan urban masa kini.
Wali Kota Dedie A. Rachim mengungkapkan optimismenya bahwa proyek ini tidak hanya akan selesai tepat waktu, tetapi juga berpotensi rampung lebih cepat dari target Juli 2026. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Jalan Suryakencana bersama jajaran terkait.
“Dari catatan progresnya sudah 80 persen. Masih ada 20 persen lagi sisa pekerjaan sampai bulan Juli. Tapi mudah-mudahan bisa selesai lebih cepat dari target,” ujar Dedie beberapa waktu lalu.
Menuju Tahap Baru: Seleksi Investor dan Konsep Kawasan
Setelah proses pembongkaran selesai hingga ke level pondasi, Pemerintah Kota Bogor akan langsung bergerak ke tahap berikutnya. Fokus utamanya adalah menggelar beauty contest untuk menjaring investor atau mitra strategis yang siap mengembangkan kawasan eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor.
Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi penting untuk memastikan pembangunan berjalan dengan konsep yang matang dan berkelanjutan. Dengan menggandeng pihak ketiga, pemerintah berharap kawasan ini bisa berkembang menjadi pusat aktivitas baru yang lebih modern dan terintegrasi, teu meunang asal jadi.
Prioritas Parkir Jadi Kunci Solusi Kemacetan
Dalam rencana pengembangan kawasan, penyediaan fasilitas parkir menjadi prioritas utama. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kawasan tersebut berada dekat dengan Kebun Raya Bogor yang selama ini menjadi magnet wisata sekaligus sumber kepadatan lalu lintas.
“Kita prioritaskan untuk pembangunan tempat parkir, terutama sebagai dukungan terhadap keberadaan Kebun Raya. Jadi itu prioritas pertama,” tegasnya.
Selain parkir, pengembangan kawasan juga akan dilakukan secara bertahap dengan menghadirkan berbagai fasilitas penunjang yang lebih representatif. Konsep ini dirancang agar kawasan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga destinasi yang punya nilai tambah bagi masyarakat dan wisatawan.
Beberapa fasilitas yang direncanakan hadir dalam kawasan terpadu ini meliputi pasar bersih yang lebih higienis, convention hall untuk berbagai kegiatan, hingga pasar suvenir yang mendukung sektor ekonomi kreatif lokal. Semua dirancang dengan pendekatan modern namun tetap relevan dengan kebutuhan warga.
“Penunjang yang lain nanti akan menyusul secara bertahap, seperti pasar bersih, convention hall, kemudian pasar suvenir, dan lain sebagainya,” pungkas Dedie.
Transformasi kawasan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah evolusi kota—dari ruang lama yang usang menuju wajah baru yang lebih hidup, fungsional, dan pastinya lebih nge-blend dengan ritme urban masa depan.
Foto: bogortoday.com
0Komentar