Miris! 17.888 Miras Beredar Selama Ramadan di Kabupaten Bogor - Bogor Channel

Miris! 17.888 Miras Beredar Selama Ramadan di Kabupaten Bogor

Selama bulan Ramadan, Polres Bogor menemukan 17.888 botol minuman keras (miras) berbagai merk yang ada di Kabupaten Bogor.

Ribuan miras itu pun langsung dimusnakan guna meminimalisir tindak kriminal yang berkelanjutan jelang Lebaran 2019, Selasa (28/5/2019).

Kapolres Bogor, AKBP Andy Mochammad Dicky mengatakan, operasi miras ini merupakan hasil operasi Cipta Kondisi, untuk menciptakan situasi yang kondusif selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri



“Ada sekitar 17.888 botol miras dan 929 miras plastik yang kita musnahkan. Ini hasil dari operasi yang kami lakukan,” tegas Dicky pada wartawan usai pemusnahan berlansung.


Dicky juga mengungkapkan, operasi yang dilakukan sejak awal Ramadan ini dilakukan bersama para pemangku kepentingan mulai dari jajaran Kodim hingga aparat yang ada di wilayah-wilayah.

“Kami kerahkan sekitar 5.000 personel termasuk aparat dari pemerintah dalam giat operasi selama Ramadan. Bahkan ormas dilibatkan untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Bogor di Ramadan dan jelang lebaran nanti,” jelas Dicky.

Tak hanya itu, operasi juga akan berfokus pada pemeriksaan kendaraan menjelang Lebaran nanti. Kata Dicky, titik fokus yang paling menjadi sorotan adalah kawasan wisata Puncak.

“Dari Polri untuk Puncak saja, sekitar 200-an personel, belum lagi aparat lainnya. Sekitar 350-400 personel untuk Puncak saja. Itu untuk antisipasi,” ungkapnya.

Untuk wilayah Transyogi, Dicky menyebut operasi dilakukan hingga kawasan Tanjung Sari.

“Sudah kami pantau, cuma memang di sana PJU (penerangan jalan umum) nya kurang. Termasuk pengalihan arus baik dari Puncak ke Cianjur ataupun sebaliknya ke arah tersebut,” jelasnya.

Begitupun Jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Dicky memastikan kondisi jalur tersebut dalam keadaan baik. Bahkan beberapa titik yang sempat rusak akibat longsor khususnya di pekerjaan Seksi I, hal itu sudah diperbaiki. “Ada 22 pos di kawasan Bocimi yang menjadi titik pemantauan. Kita akan lakukan operasi terhadap angkutan barang, itu akan kita batasi. Biasanya itu sesudah lebaran. Kita tunggu dari direktorat untuk itu,” tandasnya.

sumber : Radar Bogor

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda