12 Orang Reaktif Covid-19 di Kota Bogor Diarahkan Ikuti Tes Lanjutan


Fakta Baru Kasus Suami Sekap Istri di Bogor Terungkap, Diduga Pelaku Kubur Mayat di Belakang Rumah


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta Baru Kasus Suami Sekap Istri di Bogor Terungkap, Diduga Pelaku Kubur Mayat di Belakang Rumah, https://www.tribunnews.com/regional/2020/05/08/fakta-baru-kasus-suami-sekap-istri-di-bogor-terungkap-diduga-pelaku-kubur-mayat-di-belakang-rumah.

Editor: Adi SuhendiPemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satunya dengan aktif melakukan rapid test kepada warganya.

Tes cepat untuk mengetahui Covid-19 dari tubuh seseorang tersebut dilakukan di Komplek Gelanggang Olah Raga (GOR) Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (6/5). Dengan pola tanpa turun dari kendaraan, baik motor maupun mobil (drive thru), Rapid Test diikuti sebanyak 197 orang.

Teranyar, Dinas Kesehatan (Dinkes) menemukan 12 kasus reaktif Covid-19 saat melakukan rapid test kepada 197 warga Kota Bogor berstatus orang dalam pemantauan dan orang dengan risiko (ODP-ODR).

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, 12 orang yang hasil tesnya reaktif diarahkan untuk mengikuti tes lanjutan yakni tes swab di RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan hasil lebih akurat. “Kita arahkan untuk melakukan tes swab,” ujar Dedie.

Pengecekan melalui rapid test sendiri dilakukan petugas dari Dinas Kesehatan. Petugas mendatangi mereka dan melakukan tes yakni mengukur temperatur tubuh menggunakan thermogun dan mengambil sampel darah untuk pengujian tes cepat.

Seperti pelaksanaan beberapa kali tes sejenis sebelumnya, peserta yang sudah diambil sampel darah menunggu sekitar 10-15 menit untuk mengetahui hasilnya, apakah negatif atau reaktif.

Dedie menambahkan, Jumat (8/5) Dinas Kesehatan akan melakukan swab test kepada 175 pedagang dan pelaku usaha di pasar. “Rencananya lokasi tes tersebut di depan blok B, Pasar Anyar,” tukasnya.

Sebelumnya, sebanyak 800 tenaga kesehatan RSUD Kota Bogor diperiksa melalui Rapid Test. Alhasil, terdapat 51 tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan tenaga penunjang lainnya yang bertugas di luar pelayanan Covid-19 dinyatakan hasilnya reaktif. “Jadi masih belum bisa dikatakan positif Covid-19, namun kita lakukan karantina,” ujar Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir.

Sumber : Radar Bogor

0 Komentar