Krisis Air Bersih 7 Kecamatan Bogor Berada di Taraf Memprihatinkan - Bogor Channel

Krisis Air Bersih 7 Kecamatan Bogor Berada di Taraf Memprihatinkan

Bogor, 27 Agustus 2020 - Memang bukan hanya Bogor yang mengalami musim kemarau berkepanjangan. Namun, krisis air bersih sudah melanda, terutama di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Daerah-daerah tersebut adalah beberapa kecamatan yang selama ini memang sudah sering mengalami krisis air bersih yaitu Citeureup, Tenjo, Cigudeg, Ciampea, Jonggol Citeureup, dan Jasinga.

Terkait dengan hal ini, pengiriman bantuan air bersih sudah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat, terutama di masa krisis ekonomi seperti ini. Yani Hassan mengungkapkan hal ini saat ditemui wartawan.

Kasus Ini Segera Ditindaklanjuti

Ia melanjutkan bahwa tindak lanjut segera dilakukan oleh pihaknya. Menurutnya, kecamatan yang paling mengalami krisis tersebut adalah Jasinga. Bahkan, ada sebelas desa yang sudah terkena dampak ini. Karena itulah, bantuan paling banyak juga dikerahkan di sebelas desa di Jasinga. Laporan ini sudah diterima sejak 29 Juli 2020 lalu.

Selama bertahun-tahun Jasinga memang selalu mengalami lahan tandus karena kekeringan yang melanda di setiap musim kemarau.  Wilayah Jasinga memang terkendala kurangnya sumber mata air. Hal ini tentu sangat merepotkan masyarakat, karena sumber air dapat mengantisipasi datangnya kemarau. Paling tidak, sumber air dapat dipergunakan sebagai cadangan di musim kemarau.

Menurut Yani, pihaknya memang tidak sekedar member bantuan. Respon lain diberikan dalam bentuk bantuan pembuatan sumber air. Hal ini terutama di lahan-lahan yang sering mengalami kekeringan. Kesulitan utama, menurut Yani, adalah tidak adanya sumber air yang banyak di Jasinga. Hal serupa juga terjadi di Tenjo. Namun, kawasan ini sudah cukup beruntung karena ada beberapa sumber mata air yang dapat dimanfaatkan.

BPBD, papar Yani, sudah melakukan koordinasi bersama dengan dinas-dinas yang terkait. Koordinasi tersebut adalah untuk mempersiapkan sumber air yang ada di wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Hal ini karena, pengiriman air bersih yang menggunakan truk tangki tidak dapat secara langsung memenuhi kebutuhan air bagi seluruh warga.

Memang, menurut Yani, perlu ada solusi yang permanen untuk hal ini karena kemarau pasti terjadi lagi. Karena itulah, penelitian lebih mendalam perlu dilakukan, demi menemukan sumber air. Hal ini terutama pada wilayah-wilayah yang sering mengalami kekeringan di musim kemarau panjang. Yani mengatakan bahwa pengiriman air akan dilakukan melalui kerjasama dengan pihak PDAM. Dalam hal ini, PDAM menyiapkan air sedangkan BPBD akan menyiapkan truk tangki. Meskipun demikian, jika memang masih memungkinkan, PDAM juga akan memberi bantuan dalam bentuk truk tangki pula.

Kekeringan Parah Terjadi Tahun Lalu

Kekeringan sudah sering terjadi. Yang cukup parah terjadi di tahun lalu. Saat itu, kekeringan telah melanda lebih separuh dari empat puluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Prediksi sementar untuk tahun ini adalah kemarau panjang hingga September.

Bahaya kekeringan di Bogor sudah mencapai tahap cukup memprihatinkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Bahkan dua tahun lalu, warga sampai menggunakan air selokan untuk mandi dan cuci. Sedangkan untuk air minum mereka mengandalkan bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD. Saat itu, krisis berat terjadi di Tenjo, dan beberapa wilayah lain seperti Klapanunggal,Sukajaya, Rancabungur dan banyak lagi.

Hal ini tentu jangan sampai terulang lagi karena kabupaten Bogor juga belum pulih dari pandemi Covid-19. Krisis air bersih dapat mempengaruhi daya tahan tubuh dari masyarakat, terutama lansia dan anak-anak. Kendala bantuan biasanya daya tempuh yang cukup lumayan sulit untuk dilalui truk tangki.

 Editor: Shara Nurrahmi

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda