Kepala Sekolah dan Guru SD di Kota Bogor Korupsi Dana BOS Rp 17 Miliar

BAGIKAN


Enam orang terdiri atas Kepala Sekolah Dasar (SD) dan guru SD serta seorang dari unsur swasta di Kota Bogor diseret ke Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (18/11/2020).

Mereka didakwa melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Saat sidang berlangsung mereka hanya bisa tertunduk.

Ke enam kepala SD itu antara lain H Gunarto, mantan Kepala SD Ciluar II Kecamatan Bogor Utara, H Basor PNS guru, ‎Dedi selaku Kepala SD Negeri Gunung Batu I, M Wahyu Kepala SDN Panaragan I Kecamatan Bogor Tengah, Subadri Kepala SDN Bondongan Kecamatan Bogor Selatan dan Dede M Ilyas selaku Kepala SDN Bangka III Kecamatan Bogor Timur. Dari unsur swasta, JR Risnanto dari unsur swasta. 

Jaksa dari Kejari Kota Bogor, Haryadi, yang membacakan dakwaan menjelaskan, kasus itu bermula saat 211 SD di Kota Bogor menerima dana BOS pada 2017 senilai Rp 69 miliar lebih, 2018 Rp 70 miliar lebih dan 2019 Rp 67 miliar lebih. 

Dari total itu, salah satunya, dana BOS digunakan untuk pengadaan naskah soal ujian. Saat itu, terdakwa JR Risnanto meminta untuk jadi rekanan untuk penyedia penggandaan naskah soal ujian sekolah dasar se-Kota Bogor 2017 senilai Rp 22 miliar lebih. 

"Saat itu, saksi Taufan Hermawan, almarhum, selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Bogor 2017-2020 menyampaikan pada terdakwa JR Risnanto bahwa dari harga yang nantinya akan dimuat dalam kontrak kerjasama, tidak seluruhnya dibayarkan kepada JR Risnanto melainkan akan ada potongan dengan alasan untuk operasional sekolah," ucap Haryadi, di persidangan dengan agenda dakwaan.

Ia mengatakan pengadaan soal ujian ini dikoordinir oleh ‎Taufan Hermawan bersama-sama K3S tiap kecamatan. Yakni soal ujian UTS semester genap, UKK semester genap, try out I - III di semester genap. Lalu, ujian sekolah semester genap, UTS semester ganjil dan UAS semester ganjil selama 2017-2018-2019 untuk sebagian besar SD Negeri di Kota Bogor menghabiskan biaya Rp 22 miliar lebih bersumber dari APBN 2017,2018 dan 2019.

"Akan tetapi, jumlah tersebut tidak seluruhnya dibayarkan kepada penyedia yakni JR Risnanto melainkan hanya Rp 12 miliar lebih. Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp 9,8 miliar lebih," ujar Haryadi. 

Nilai selisih dari Rp 9,8 miliar itu kemudian dibagi-bagi kepada sejumlah pihak setelah disepakati oleh Taufan Hermawan selaku Ketua K3S Kota Bogor bersama para terdakwa H Gunarto, Basor, Dedi S, M Wahyu, Subadri dan Dede M Ilyas.

Dengan rincian tahun anggaran 2017-2019 yakni Taufik Hermawan menerima dan bertanggung jawab atas dana Rp 2,5 miliar lebih, Gunarto‎ sebesar Rp 399 juta lebih, H Basor sebesar Rp 236 juta lebih, Dedi S sebesar Rp 349 juta lebih, M Wahyu sebesar Rp 255 juta lebih.

"Kemudian Subadri Rp 389 juta lebih, Dede M Ilyas Rp 349 juta lebih dan seluruh kepala sekolah yang turut mengikuti pengadaan soal yang dikoordinir pengurus K3S Kota Bogor menerima dana Rp 4 miliar lebih," ucap Haryadi. 

Untuk menangani kasus ini, jaksa menggandeng audit Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bahwa dari anggaran yang dikeluarkan Rp 22 miliar lebih untuk pengadaan naskah soal selama 2017-2019 dikurangi penghitungan nilai wajar sebesar Rp 4,9 miliar lebih, diketahui nilai kerugian negara

"Sehingga, hasil audit Inspektorat Jenderal Kemendikbud menentukan kerugian negara dalam pengadaan naskah soal ujian selama 2017-2019 sebesar Rp 17,1 miliar lebih. Perbuatan para terdakwa didakwa Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ucap Haryadi.

Sumber: Jabar Tribun

KOMEN

Nama

Acara,109,Artikel,64,Berita,1235,Budaya,19,Cenderamata,13,Gereja,22,Hotel,20,Kabupaten,187,Kaleidoskop,1,Kesehatan,1,Kota,295,Kriminal,62,Kuliner,70,Lalu Lintas,1,Masjid,40,Peluang Usaha,17,Pemerintah,72,Pemkot,8,Pengumuman,47,Pura Wihara Klenteng,8,Resep,3,Rumah Sakit,7,Sejarah,5,SIM Keliling,4,SPBU,9,Tips,2,Travel Agent,4,Usaha Sampingan,4,Video,13,Warga Bogor,8,Wisata,115,Wisata Alam,22,Wisata Belanja,14,Wisata Hiburan,15,Wisata Pendidikan,13,
ltr
item
Bogor Channel: Kepala Sekolah dan Guru SD di Kota Bogor Korupsi Dana BOS Rp 17 Miliar
Kepala Sekolah dan Guru SD di Kota Bogor Korupsi Dana BOS Rp 17 Miliar
https://1.bp.blogspot.com/-9Kjf2KZmWkQ/X7c6he-y8TI/AAAAAAAABIE/7TbHUXJNxp4h5hxMxdutTzR5GnkPxpqBwCLcBGAsYHQ/s320/kepala-sekolah-dan-guru-sd-di-kota-bogor-korupsi-dana-bos-rp-17-miliar-tertunduk-saat-sidang.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-9Kjf2KZmWkQ/X7c6he-y8TI/AAAAAAAABIE/7TbHUXJNxp4h5hxMxdutTzR5GnkPxpqBwCLcBGAsYHQ/s72-c/kepala-sekolah-dan-guru-sd-di-kota-bogor-korupsi-dana-bos-rp-17-miliar-tertunduk-saat-sidang.jpg
Bogor Channel
https://www.bogorchannel.com/2020/11/kepala-sekolah-dan-guru-sd-di-kota.html
https://www.bogorchannel.com/
https://www.bogorchannel.com/
https://www.bogorchannel.com/2020/11/kepala-sekolah-dan-guru-sd-di-kota.html
true
487565626958994874
UTF-8
Memuat Semua Pos Tidak ditemukan post apa pun LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batalkan balasan Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua REKOMENDASI UNTUK ANDA INFO ARSIP CARI BERITA BOGOR SEMUA POST Tidak ditemukan post sesuai permintaan anda Kembali Ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM INI DIKUNCI LANGKAH 1: Bagikan. LANGKAH 2: Klik tautan yang Anda bagikan untuk membuka kunci Salin Semua Kode Pilih Semua Kode Semua kode disalin ke papan klip Anda Tidak dapat menyalin kode / teks, silakan tekan [CTRL] + [C] (atau CMD + C dengan Mac) untuk menyalin