Inovasi Petani Milenial Bogor, Hidupkan Lahan Sempit - Bogor Channel

Inovasi Petani Milenial Bogor, Hidupkan Lahan Sempit

Bogor, 02 Desember 2020 – Pandemi covid-19 yang tak kunjung usai selama setahun belakangan tidak menyurutkan semangat para petani milenial Kampung Pabuaran, di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Meski pandemi ini berpengaruh besar terhadap sulitnya memenuhi kebutuhan ekonomi, peningkatan harga kebutuhan pokok malah dijadikan kayu bakar untuk membakar semangat dalam memenuhi kebutuhan pangan .

Kelompok Petani Muda Sukses Kembangkan Program Budikdamber

Kelompok Tani Leuit Jajaka yang tergabung dari anak-anak muda kreatif menjadikan masa pandemi ini sebagai ajang bereksperimen untuk lebih mengembangkan hasi tani di kawasan Bogor. Budikdamber adalah salah satu yang sukses mereka kembangkan.

Ditemui hari Selasa, 1 Desember 2020, Ketua Leuit Jajaka, Aditya Pratama Hermon mengatakan bahwa latar belakang dari eksperimen yang dilakukan tersebut adalah masalah yang dialami sebagian besar anak-anak muda di masa pandemi, yaitu bagaimana caranya menghasilkan uang untuk jajan di masa sulit ini.

Alasan yang cukup sederhana, namun dibersamai dengan aksi nyata di saat anak muda lain yang hanya sibuk bersosial media. Aditya dan teman-temannya memilih untuk berpanas-panasan dibawah terik matahari. Demi niat mulia untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa sulit seperti saat ini.

Aditya melanjutkan, kelompok Tani Leuit Jajaka terus mengupayakan inovasi di tengah kondisi lahan pertanian yang sempit di wilayah kota Bogor, dengan berusaha untuk efektif dalam memilih metode tanam di lahan seluas 500 meter.

Pemuda yang sedang cuti kuliah akibat dampak covid-19 ini menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya mengembangkan komoditas perikanan dan pertanian. Antara lainnya seperti bawal, gurame, kangkung, bayam, cabai, dan ketimun. Lalu hasil panen tersebut dijual dengan harga di bawah pasaran untuk warganya.

Suksesnya kelompok pemuda ini dalam menjalani Agripreneur tidak lepas dari hambatan yang menghadang. Membuka jaringan irigasi dan pematangan lahan adalah teknologi pertanian yang sangat dibutuhkan. Selain juga pengalaman yang masih bisa di bilang sedikit. Namun bagi Aditya, hal ini adalah sebuah tantangan dalam mencapai produktivitas hasil panen yang terus meningkat.

Bantuan Relawan Indonesia Bersatu: Pelatihan, Bibit, Peratalatan, Hingga Bansos

Relawan Indonesia Bersatu mendukung program tersebut dengan berinisiatif memberikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Bibit lele sebanyak 10 ribu ekor berikut dengan 800 kilogram pakan lele, dan juga 2.400 pot kangkung diberikan sebagai bentuk dukungan.

Sandiaga Uno, selaku Ketua Relawan Indonesia Bersatu mengatakan, urban farming berkonsep ekosistem terpadu sistem produksi sayuran yang diintegrasikan dengan budi daya ikan adalah inovasi yang punya dampak besar dalam keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, dukungan diberikan agar program tersebut bisa bertahan dan berkembang sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat.

Sandi berharap, selain manfaat ekonomi yang dapat diperoleh, kegiatan kelompok tani dan usaha UMKM dapat menciptakan rasa kebersamaan dan budaya gotong royong di lingkungan tempat tinggal tersebut. Sehingga bisa segera bangkit dan pulih dari masa sulit, dengan membuka lapangan kerja dan tidak takut gagal untuk memulai sesuatu.

Selain itu, bantuan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian juga diberikan, dengan harapan agar masyarakat yang menerima bantuan juga memiliki keahlian dan bisa menjalankan kelanjutan usahanya secara mandiri.

Sedangkan untuk keberlangsungan usaha tani, dukungan yang diberikan berupa alat pertanian diantara lainnya yakni 2 unit penyemprot hama, 5 cangkul, 3 pacul garpu, 100 buah media semai, 10 sak pupuk kompos, 10 buah kantong kompos, 100 kemasan bibit tanaman, dan 1 gulungan jaring tani.

Bantuan sosial berwujud 200 paket juga diberikan untuk warga yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh harian lepas maupun korban PHK, di Desa Pabuaran, Kota Bogor. Sandi menyampaikan harapannya, agar usaha kemandirian pangan hasil swadaya masyarakat tersebut dapat berperan membangun perekonomian nasional.

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda