Akibat Covid-19 Jumlah Pendudukan Kabupaten Berkurang Hingga 500 Ribu - Bogor Channel

Akibat Covid-19 Jumlah Pendudukan Kabupaten Berkurang Hingga 500 Ribu

Bencana Covid-19 membawa banyak dampak bagi bangsa Indonesia, dan pastinya dampak tersebut adalah dampak buruk. Makin besarnya penularan virus hampir ke seluruh wilayah Indonesia, membuat kasus Covid-19 ini makin bertambah banyak. Walaupun dari semua kasus, banyak juga yang pada akhirnya mengalami kesembuhan tapi banyak juga yang terjadi berakhir pada kematian. Cepatnya kasus kematian akibat Covid-19 ini, membuat jumlah penduduk menurun.

Dampak Covid-19 Pada Jumlah Penduduk

Sebelum wabah Covid-19 muncul, Indonesia selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk karena meningkatnya angka kelahiran.  Salah satunya yang dirasakan di Kabupaten Bogor, setelah Covid-19 datang ke Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu jumlah penduduk di Kabupaten Bogor ini mengalami penurunan. Tidak seperti biasanya yang selalu naik, justru sekarang ini malah makin berkurang.

Jika Ingin dibuktikan, menurut Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor Ujang Jaelani menjelaskan bahwa pada tahun 2019 lalu penduduk Kabupaten Bogor berjumlah 5.9 juta orang penduduk. Namun, ketika ditelusuri pada tahun 2020 ini jumlah penduduknya menjadi 5.4 juta orang penduduk. Bisa dipastikan, bentuk pengurangan jumlah penduduk tersebut dikarenakan wabah Covid-19 yang makin terus bertambah ini.

Dampaknya bukan hanya ampai disitu, karena banyaknya penduduk yang harus dipulangkan ke kampungnya dan juga yang harus tinggal di rumah membuat angka pengangguran juga meningkat drastis. Semua itu saling berpengaruh, baik kematian, pengguran, jumlah penduduk, dan kelahiran mengalami banyak perubahan selama masa pandemi. Itu merupakan bentuk dampak yang diakibatkan dari wabah Covid-19 ini.

Pendudukan Kabupaten Berkurang 500 Ribu

Jumlah penduduk yang berkurang pada Kabupaten Bogor ini mencapai 500 orang penduduk, dan jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit sebagai angka pengurangan penduduk. Mungkin memang bukanlah keseluruhan dikarenakan dari jumlah kematian akibat Covid-19, tapi tetap saja pengurangan ini akibat adanya wabah tersebut.

Karena, akibat adanya wabah yang membuat semua masyarakat panik ini lebih cenderung menyebabkan warga pendatang yang tinggal di daerah ini menjadi mendadak pulang kembali ke kampung halamannya. Warga tersebut berasal dari mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di daerah Kabupaten Bogor, ataupun orang-orang yang merantau untuk bekerja.

Akibat adanya PSBB yang dilakukan di hampir semua daerah, maka semua warga pendatang yang merantau ke daerah lain langsung dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Itulah yang mengakibatkan berkurangnya jumlah penduduk di daerah Kabupaten Bogor langsung banyak berkurang, bukan hanya karena kasus kematian Covid-19 saja yang tidak seberapa banyak.  

Berkurangnya jumlah penduduk tersebut, bukanlah keinginan semua orang termasuk Pemerintah. Ini hanyalah sebuah kondisi yang mengharuskan semua masyarakat menjalani kebijakan dari Pemerintah tersebut. Mungkin bukan hanya Di Kabupaten Bogor saja, terutama di kota-kota besar pasti mengalami penurunan jumlah penduduk karena banyaknya pendatang dari daerah lain yang ternyata juga harus dipulangkan demi menjaga kesehatan dan mengurangi rantai penularan. 

Setelah ini, ketika wabah ini hilang bukan berarti masyarakat yang pindah ke daerah lain untuk mencari nafkah tidak bisa kembali lagi menjadi pendatang seperti sebelumnya.

Angka Kelahiran Ikut Bertambah

Ternyata dibalik berkurangnya jumlah penduduk di daerah Kabupaten Bogor, ada juga jumlah yang meningkat di beberapa daerah di Indonesia. Yaitu, angka kelahiran yang diprediksi meningkat dikarenakan banyaknya wanita subur yang bertambah akibat pandemi ini. Kebijakan pemerintah yang meminta warganya untuk tinggal di rumah selama pandemi berlangsung, membuat angka kehamilan wanita justru meningkat dan bertambah. 

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda