Pemerintah Kabupaten Bogor Menggelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka - Bogor Channel

Pemerintah Kabupaten Bogor Menggelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Bogor, 16 Maret 2021 - Hari ini adalah hari kedua uji coba pembelajaran tatap muka di Bogor. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilaksanakan mulai, Senin (15/03), kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari SKB. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan PTM di SMAN 2 Cibinong. 

Pelaksanaan pembelajaran secara langsung atau tatap muka, seiring dengan perpanjangan PPKM mikro yang berlaku efektif dari tanggal 9-22 Maret 2021. Karena hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor mengizinkan uji coba pembelajaran langsung. 

Aturan mengenai PPKM mikro tertuang dalam Keputusan Bupati Bogor 443/202/Kpts/Per-UU/2021 mengenai PPKM skala mikro. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum PTM dijalankan, bahkan selesai menjalani PTM, murid diminta untuk langsung pulang ke rumahnya.

Jika pada satuan pendidikan ditemukan kasus positif Covid-19, maka pembelajaran kembali dilakukan secara daring. Beberapa sekolah di Bogor mulai menerapkan pembelajaran langsung tersebut, tentunya seiring dengan berjalannya protokol kesehatan di sekolah, berikut ini rangkumannya. 

Jumlah Sekolah yang Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 

Berdasarkan keterangan dari Atis Tardiana selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, terdapat 170 sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Jumlah sekolah ini terdiri dari berbagai jenjang yang ada pada setiap kecamatan.

Sebenarnya, ada 232 sekolah yang diusulkan hasil dari verifikasi dan validasinya, namun yang berhasil lolos hanya 171 sekolah. Ada satu MTS yang mengundurkan diri, jadi dinas pendidikan mengeluarkan izin pembelajaran secara langsung untuk 170 sekolah. 

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari Ade Yasin selaku Bupati Bogor, hari Senin (15/03). Sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran langsung terdiri dari, 29 SD Negeri, 24 Madrasah Ibtidaiyah, SMP sejumlah 28.

Serta, Madrasah Tsanawiyah berjumlah 18, Madrasah Aliyah berjumlah tujuh, SMA sebanyak 32, dan 32 SMK. Jadi, tingkat MI, SD, MTS, SMP, MA, SMA, SMK masing-masing satu dalam setiap kecamatan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Atis Tardiana pada saat meninjau pembelajaran langsung di SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Tindak Lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB)

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga menyatakan bahwa, uji coba pembelajaran tatap muka merupakan salah satu tindak lanjut. Kegiatan pembelajaran secara langsung tersebut merupakan tindak lanjut dari surat keputusan bersama empat menteri. 

Penerapan Protokol Kesehatan di Sekolah 

Atis Tardiana memberikan apresiasi terhadap mekanisme protokol kesehatan yang pihak sekolah terapkan. Hal tersebut diungkapkan saat dirinya melakukan kunjungan monitoring pembelajaran secara langsung di SMAN 2 Cibinong. 

Menurut Atis Tardiana, ada empat hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran secara langsung tersebut, hal pertama adalah kesiapan sekolah. Kedua, kesiapan sarana serta prasarana protokol kesehatan, ketiga mengenai izin orang tua dan komite, keempat adalah izin dari pemerintah daerah. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga meminta, agar semua murid langsung ke rumahnya masing-masing setelah melaksanakan pembelajaran langsung. Pihaknya juga tidak segan-segan mencabut izin pembelajaran langsung bagi sekolah, jika terindikasi adanya kasus positif Covid-19. 

Jika ada kasus positif Covid-19 dalam satuan pendidikan, maka pembelajaran secara langsung akan dihentikan, dan dialihkan kembali pada pembelajaran daring. Pernyataan tersebut berdasarkan keterangan dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. 

Penyelenggaran pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Bogor, seiring dengan perpanjangan PPKM mikro yang tertuang dalam Keputusan Bupati. Uji coba pembelajaran langsung, akan dihentikan jika ditemukan guru atau murid yang terinfeksi Covid-19, lalu pembelajaran kembali dilakukan secara daring. 

Oleh sebab itu, setelah melakukan pembelajaran di sekolah, para siswa diminta langsung pulang ke rumahnya masing-masing. 

Bagikan info ini

Silakan tulis komentar Anda