TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
GROW BPOM Bogor Raih Inovasi Nasional: Langkah Baru Transformasi Pelayanan Publik

GROW BPOM Bogor Raih Inovasi Nasional: Langkah Baru Transformasi Pelayanan Publik

Daftar Isi
×


Suasana hangat terasa di ruang kerja Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Kamis (27/11/2025) sore, ketika Kepala Balai Besar POM Bogor Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si., datang membawa kabar menggembirakan yang sontak membuat ruangan terasa lebih “sumanget”.

GROW – Green Research Opportunities With BPOM berhasil meraih Inovasi Terbaik ke-2 Tingkat Nasional di ajang LIFT EXPO ASN 2025 yang digelar LAN RI di Surabaya. Trofi itu diserahkan langsung kepada Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, sebagai laporan resmi sekaligus permohonan arahan untuk penguatan program ke depan.

Jeffeta menjelaskan bahwa GROW merupakan implementasi langsung dari pidato perdana Prof. Taruna Ikrar di Istana Negara pada 19 Agustus 2024, yang menekankan transformasi pelayanan publik, penguatan hilirisasi riset, serta pemberdayaan UMKM yang semakin relevan bagi kebutuhan masyarakat Bogor.

“Pidato Pak Kepala (Prof Taruna Ikrar) itu sangat menginspirasi kami. Dari situlah kami di Balai Besar POM Bogor merasa terpanggil untuk menindaklanjuti pesannya dengan membuat terobosan. GROW adalah wujud nyata dari arahan beliau,” ujar Jeffeta.

Dampak Besar GROW untuk Ekosistem Riset Bogor

Program GROW yang diluncurkan pada 24 September 2024 segera menunjukkan gebrakan nyata dengan deretan capaian strategis. Inovasi ini memelopori digitalisasi administrasi hilirisasi riset obat dan makanan untuk UMKM secara gratis, sekaligus menciptakan 440 lapangan kerja baru bagi masyarakat di kawasan Bogor dan sekitarnya.

GROW juga menerima hibah lahan 5.897 m² dari BRIN sebagai dukungan penguatan ekosistem riset. Program ini mengawal hilirisasi riset kolagen dan gelatin dari tulang ikan karya Prof. Mala Nirmala (IPB), membantu menurunkan penggunaan formalin di pabrik tahu Bogor–Depok, serta mendorong Produk Dalam Negeri yang berdampak pada pengendalian inflasi.

Inovasi ini juga memberi pelatihan inklusif tanpa jadwal bagi peneliti maupun pelaku usaha. Semua capaian tersebut mengantarkan GROW tampil sebagai inovasi terbaik kedua tingkat nasional, sebuah prestasi yang membuat Balai Besar POM Bogor kian “someah” di mata publik riset dan UMKM.

Dalam arahannya, Prof. Taruna Ikrar memberikan pesan penuh wibawa namun tetap rendah hati. Ia menyampaikan kebanggaan atas kinerja Balai Besar POM Bogor, namun menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi energi positif bagi seluruh satuan kerja BPOM yang tersebar di Indonesia.

“Saya bangga dengan Balai POM Bogor. Ini bukti bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja. Tapi yang lebih penting, prestasi ini harus menjadi motivasi bagi semua UPT dan Loka POM di Indonesia untuk bergerak lebih inovatif dan lebih dekat kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan sikap humble, ia menambahkan: “Keberhasilan ini bukan hanya milik Bogor. Ini kemenangan keluarga besar BPOM. Kalau satu UPT bersinar, maka sinarnya harus ikut menerangi yang lain. Kita bergerak sebagai satu kesatuan.”

Kolaborasi Lintas Bidang Memperkuat Reformasi Pelayanan Publik

Pertemuan itu turut dihadiri Staf Ahli Kepala BPOM Bidang Pengawasan Farmasi Rita Endang dan Staf Ahli KBPOM RI Bidang Media Sosial dan Humas Akbar Endra. Keduanya menyaksikan penyampaian trofi sekaligus diskusi strategis mengenai penguatan program dan kolaborasi yang lebih luas.

Suasana berlangsung akrab dan kompak, mencerminkan budaya kerja kolaboratif yang kini tumbuh di BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar. Interaksi antarpimpinan terasa cair, menghadirkan kesan kerja “silih asah, silih asih, silih asuh” seperti nilai-nilai kolaborasi ala tatar Sunda.

Begitulah. Transformasi ini berjalan nyata dan tidak lagi sekadar wacana. Prestasi GROW menjadi bukti bahwa reformasi pelayanan publik dapat tumbuh bukan hanya dari pusat, tetapi juga subur di daerah. Ketika arahan pimpinan diterjemahkan menjadi langkah konkret, perubahan nasional bukan lagi mimpi.

Pada akhirnya, Balai Besar POM Bogor menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan publik dapat menjadi motor perubahan. Dan seperti pepatah, “di mana ada cahaya, di situ ada harapan”—GROW menjadi sinar baru yang membuat perjalanan reformasi terasa semakin bermakna dan tentunya semakin nyambung dengan denyut Bogor masa depan.

0Komentar