Rino Indira Gusniawan resmi kembali menduduki posisi Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk periode 2025–2030, sebuah keputusan strategis yang diumumkan Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, di Plaza Balai Kota Bogor. Momentum ini menjadi sinyal kuat bagi penguatan layanan, ibarat “ngaronjatkeun” kinerja perusahaan daerah.
Pengumuman tersebut muncul setelah Pemerintah Kota Bogor menyesuaikan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Perumda Tirta Pakuan, yang telah memperoleh persetujuan dari Kemendagri. Penyesuaian ini diharapkan menghadirkan struktur lebih adaptif, luwes, dan siap menghadapi tantangan pengelolaan air minum modern di perkotaan.
Penguatan Struktur dan Kinerja Perusahaan
Denny Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor melakukan penyesuaian SOTK setelah menerima lampu hijau dari Kemendagri. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kelembagaan perusahaan daerah sekaligus memastikan performanya bisa terus meningkat. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya transformasi untuk menciptakan tata kelola yang makin profesional dan “hadé pisan”.
“Setelah persetujuan dari Kemendagri terkait penambahan direksi, Pemerintah Kota Bogor menyesuaikan SOTK Perumda Tirta Pakuan untuk memperkuat kelembagaan dan tingkat kinerja,” ujar Denny. Pernyataan ini menjadi signal bahwa pembaruan struktur bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi besar.
Persetujuan tersebut tertuang dalam surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Nomor 900.1.13.2/8149 Keuda, yang merestui penambahan jumlah direksi Perumda Tirta Pakuan. Dokumen tersebut menjadi dasar hukum untuk memperluas ruang gerak manajerial sehingga perusahaan dapat lebih responsif menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat kota.
Tahap Penjaringan Direksi Baru
Menindaklanjuti keputusan tersebut, Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.1.13.2/KEP392/393 bagian Ekonomi/2025 tentang pengangkatan kembali Rino Indira Gusniawan sebagai Direktur Utama periode 2025–2030. Keputusan ini mempertegas kepercayaan pemerintah daerah terhadap rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan Rino.
Selain itu, tiga posisi direksi lainnya juga akan segera memasuki proses penjaringan. Tahap ini menjadi krusial untuk menghadirkan figur-figur profesional yang mampu memperkuat tim manajemen, memastikan setiap kebijakan strategis berjalan efektif, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Denny menegaskan bahwa penyesuaian SOTK tidak semata memenuhi target besar yang sudah ditetapkan, tetapi juga memastikan Perumda Tirta Pakuan tetap konsisten memberikan pelayanan dasar terbaik bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas distribusi air, mengoptimalkan operasional, dan menata ulang sistem agar lebih efisien.
“Khususnya dalam penyediaan air minum dan pengelolaan limbah secara profesional,” ungkapnya. Dengan tekanan pada kualitas dan profesionalitas, Pemerintah Kota Bogor berharap Perumda Tirta Pakuan mampu bergerak lebih progresif, lebih inovatif, dan tentu saja lebih dekat dengan harapan warga.
Pada akhirnya, rangkaian kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi pengelolaan air minum dan layanan dasar di Kota Bogor, menghadirkan perubahan yang tidak hanya struktural tetapi juga berdampak langsung. Semoga langkah ini tidak sekadar jadi formalitas, melainkan menjadi “panceg” untuk masa depan layanan publik yang lebih cemerlang.
.png)
0Komentar