Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja lempar ide fresh di Pesta Retail 2026 kawasan KEK MNC Lido, Bogor. Dia ngajak ribuan pemilik toko kelontong Sampoerna Retail Community (SRC) buat gabung atau bahkan fasilitasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Usulan ini langsung nyambung sama visi pemerintah dorong ekonomi tumbuh dari desa, bro.
Acara yang digelar Senin (26/1/2026) malam itu dihadiri sekitar 4.000 pengusaha SRC. Airlangga bilang peran toko kelontong di pedesaan lagi on fire buat gerakkan roda ekonomi lokal. Makanya, dia yakin paguyuban SRC punya potensi besar jadi katalisator KDMP.
Skema Kolaborasi yang Bisa Langsung Jalan
Airlangga kasih dua opsi jelas buat para pemilik SRC. Pertama, jadi fasilitator yang bantu bangun koperasi di desa sekitar. Kedua, langsung ikut terlibat membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih baru. “Mungkin paguyuban bisa bekerja sama atau bahkan para pengusaha, para pemilik toko SRC bisa menjadi fasilitator untuk mengembangkan Koperasi Merah Putih,” ujar Airlangga di hadapan 4.000 pemilik toko SRC, di Bogor, Senin (26/1/2026) malam.
Dia juga bilang pemerintah siap kasih dukungan besar, termasuk akses kredit sampai plafon Rp 3 miliar. “Pemerintah akan memberikan banyak bantuan modal dan fasilitas, jadi tak ada larangan untuk pemilik SRC untuk membentuk koperasi yang sifatnya bantu masyarakat,” tambahnya. Jiwa entrepreneurship yang sudah dimiliki pemilik SRC ini dinilai bisa ditularkan lewat semangat gotong royong di desa.
Pangkas Tengkulak, Harga Pangan Bisa Lebih Ramah Kantong
Bukan cuma Airlangga yang all-in sama konsep ini. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya juga pernah bilang KDMP bakal jadi motor penggerak ekonomi desa. Presiden Prabowo Subianto disebutnya sudah perintahkan agar pertumbuhan ekonomi mulai dari akar rumput.
Salah satu keunggulan besar KDMP adalah memotong rantai pasok yang panjang. “Untuk apa? Untuk memotong tengkulak-tengkulak di desa, untuk memotong rantai pasok yang panjang. Bayangkan, desa itu, penghasilannya lebih kecil, tapi dia mengeluarkan lebih banyak untuk mendapatkan sesuatu daripada orang kota,” kata Zulkifli dalam Indonesia Connect Outlook 2026.
Selain itu, koperasi ini bisa jadi offtaker produk warga desa. Jadi, apa pun yang diproduksi emak-emak di kampung—mulai dari sayur, buah, sampai kerajinan—bisa langsung dibeli koperasi. Hasilnya? Harga jual lebih stabil, petani untung, konsumen desa juga nggak kena harga melambung.
Kalau usulan ini jalan mulus, toko kelontong SRC yang selama ini jadi penutup hari warga desa bisa naik level jadi tulang punggung ekonomi baru—beneran level up desa tanpa perlu ninggalin akarnya.
0Komentar