TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Drama Sampah Tangsel Pindah ke Cileungsi: Dibuang atau Diolah?

Drama Sampah Tangsel Pindah ke Cileungsi: Dibuang atau Diolah?

Daftar Isi
×

Kasus pembuangan sampah ke Kabupaten Bogor lagi-lagi jadi sorotan. Kali ini, sampah dari Tangerang Selatan alias Tangsel rencananya dialihkan ke Cileungsi sebanyak 200 ton per hari selama 14 hari, total 2.800 ton. Isu ini langsung bikin heboh warga lokal.

Pemkot Tangsel mengaku sudah deal dengan pihak swasta di Cileungsi untuk atasi krisis sampah mereka. Awalnya mau ke Serang, tapi warga sana nolak keras, jadi kerjasama ditangguhkan sementara. Solusi dadakan ini langsung menuai pertanyaan: apakah koordinasi antar daerah sudah oke?

DLH Bogor Bingung, Belum Ada Koordinasi Resmi

Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, blak-blakan bilang pihaknya belum dapat info resmi soal rencana ini. “Kemana dia buang? Saya juga ga tau juga tu. Gak tau kita. Gak ada koordinasi juga ke kita, gak ada apa-apa macem-macem gitu,” katanya ke Radar Bogor.

Menurut Teuku, etika antar daerah harus dijunjung tinggi. Tanpa koordinasi, DLH akan turun langsung cek lapangan. Kabupaten Bogor sendiri sudah overload menghasilkan 2.700-8.500 ton sampah per hari, jadi tambahan dari luar pasti bikin panic mode.

Ternyata Bukan Dibuang, Tapi Diolah di Pabrik

Camat Cileungsi, Adi Henryana, setelah inspeksi ke PT Aspex Kumbong, kasih klarifikasi penting. Sampah Tangsel bukan dibuang sembarangan, melainkan diolah pakai incinerator berkapasitas 640 ton per hari. “Setelah saya kroscek ke Aspek Kumbong ternyata Aspek Kumbong membenarkan tetapi bukan membuang tapi mengolah, beda,” tegas Adi.

Kerjasama ini mulai berlaku sejak 7 Januari. PT Aspex jadi solusi sementara Pemkot Tangsel yang dipimpin Benyamin Davnie. Meski begitu, banyak pihak masih was-was soal dampak lingkungan jangka panjangnya.

Sampah memang masalah lowkey berbahaya yang bisa jadi big deal kalau nggak ditangani bareng-bareng, sebelum akhirnya kita semua kehabisan napas di tengah tumpukan yang nggak kelar-kelar.

0Komentar