Kota Bogor lagi facing krisis sampah yang cukup worrying, dengan volume mencapai 700 ton setiap hari. Sayangnya, hanya 550 ton yang bisa diangkut ke TPA Galuga, sisanya 150 ton masih jadi PR gede yang nggak kelar-kelar.
Sampah plastik jadi biang keladi utama karena susah banget terurai, akhirnya nyemarin darat dan laut. Masalah ini nggak cuma teknis doang, tapi nyentuh sosial, ekonomi, bahkan budaya kita sehari-hari.
Pendekatan Holistik: Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Persoalan sampah butuh solusi komprehensif lewat edukasi serta empowering masyarakat. DLH Kota Bogor lagi gaspol siapkan program pilot 30 RT bebas sampah di enam kecamatan, harapannya jadi starting point budaya baru pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Pendekatan ini perlu konsistensi dan kolaborasi semua pihak. Kalau sukses, Bogor bisa jadi role model buat kota lain yang lagi struggle sama isu serupa.
Inovasi Eco-Technopark UIKA Bogor
Eco-Technopark UIKA Bogor siap kolab bareng DLH dalam pertemuan Kamis, 2 Oktober 2025. Konsep ini integrasikan teknologi, sosial, ekonomi, plus kebijakan dalam satu sistem inovatif yang udah proven di negara maju.
Model terpadu ini diharap terealisasi di Indonesia, bikin pengelolaan sampah lebih sustainable dan impactful.
Bogor lagi ngegas transformasi sampah dari beban jadi peluang, satu pilah demi satu pilah menuju kota yang lebih clean dan green.
0Komentar