TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Pemkab Bogor Gaspol Normalisasi Setu & Hutan Kota

Pemkab Bogor Gaspol Normalisasi Setu & Hutan Kota

Daftar Isi
×


Pemkab Bogor lagi all-out cegah banjir bandang saat musim hujan datang dengan dua jurus ampuh: normalisasi setu dan program hutan kota. Bupati Bogor Rudy Susmanto bilang, wilayah Bumi Tegar Beriman ini punya banyak setu yang dulu jadi penampung air buat sawah. Nah, sekarang banyak lahan sawah berubah jadi perumahan, makanya fokus utama dialihkan ke normalisasi setu supaya air nggak meluber ke pemukiman.

Rudy menegaskan komitmen serius pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur. ”Itu komitmen kita ditunjukkan dari kita mempersiapkan beberapa infrastuktur alat untuk normalisasi setu dan sungai,” kata Rudy, Selasa (13/01). Langkah ini krusial banget buat mencegah banjir di area yang dulunya sawah, tapi sekarang sudah jadi kompleks perumahan padat penduduk.

Normalisasi Setu Jadi Tameng Banjir di Zona Perumahan Baru

Normalisasi setu nggak cuma membersihkan lumpur, tapi juga memastikan kapasitas tampung air tetap optimal. Rudy bilang, ini langsung menyasar wilayah yang alih fungsi lahan pertaniannya paling masif. Dengan setu yang sehat, air hujan bisa ditampung lebih banyak sebelum menggenangi jalan dan rumah warga. Mantap lah, solusi low-key tapi impact-nya gede.

Hutan Kota Jadi Andalan Tata Ruang Jangka Panjang

Selain urusan air, Pemkab Bogor juga ketat soal tata ruang perkotaan. Rudy jelaskan perubahan tata ruang baru bisa dilakukan paling cepat 2028/2029 karena aturan lima tahun sekali. ”Perubahan tata ruang baru bisa dilakukan paling cepat lima tahun perubahan pertama di 2024 maka baru bisa dilakukan perubahan paling cepat 2028/2029,” jelas dia. Makanya, rencana ke depan setiap kecamatan wajib punya satu hutan kota minimal satu hektare. Bahkan di tingkat desa/kelurahan, aset Pemda minimal 1000 meter persegi bakal dijadikan hutan kota mini. Penghijauan juga digeber di fasilitas umum, termasuk Jalan Raya Bojonggede-Kemang, Citeureup (48 ha), eks HGU Pancawati dan PTPN (36 ha), sampai area Stadion Pakansari.

Dari setu yang kembali bernapas sampai hutan kota yang tumbuh di mana-mana, Bogor lagi berusaha balik jadi tegara beriman beneran—bukan cuma nama, tapi juga hijau dan anti-banjir. Semoga musim hujan tahun ini cuma bawa berkah, bukan banjir kiriman. 🌧️🌳

0Komentar