TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Pemkot Bogor Rombak Jabatan Strategis, Dedie Rachim Lantik 12 Pejabat Baru

Pemkot Bogor Rombak Jabatan Strategis, Dedie Rachim Lantik 12 Pejabat Baru

Daftar Isi
×

Wali Kota Bogor Dedie Rachim kembali melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Prosesi pelantikan pejabat digelar di Aula Sri Baduga Balai Kota Bogor, Kamis (15/1). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembaruan birokrasi agar kinerja pemerintahan tetap tanginas dan adaptif.

Dalam pelantikan tersebut, terdapat tiga pejabat yang resmi menempati jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II. Rotasi ini menandai penyesuaian posisi strategis pada sektor kesehatan, keuangan daerah, hingga urusan kesatuan bangsa dan politik di Kota Bogor.

Tiga Pejabat Eselon II Isi Posisi Kunci

Adapun tiga pejabat yang dilantik sebagai Pimpinan Tinggi Pratama meliputi:

  1. Erna Nuraena, sebelumnya Sekretaris Dinas Kesehatan, kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.

  2. Lia Kania Dewi, dipercaya sebagai Kepala BKAD Kota Bogor setelah sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda.

  3. Hidayatulloh, resmi memimpin Kesbangpol Kota Bogor, usai bertugas sebagai Wakil Direktur RSUD Kota Bogor.

Selain level Eselon II, pergeseran jabatan juga menyasar posisi Administrator. Salah satunya, Harry Cahyadi yang kini dilantik sebagai Camat Bogor Selatan. Ia naik jabatan dari posisi sebelumnya sebagai Sekretaris Kecamatan Bogor Selatan, menandai promosi berbasis pengalaman dan rekam jejak.

Harry menggantikan Irman Khaerudin yang dirotasi menjadi Inspektur Pembantu I pada Inspektorat Daerah Kota Bogor. Jabatan tersebut sebelumnya diemban oleh Gunadi, yang kini mengisi posisi Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Kota Bogor, memperkuat manajemen layanan kesehatan daerah.

Rotasi Jabatan dan Prinsip Merit System

Tak hanya itu, sejumlah jabatan Sekretaris Dinas turut diisi melalui mekanisme promosi dan rotasi. Pada kesempatan yang sama, Pemkot Bogor juga melantik jajaran Dewan Pendidikan Kota Bogor. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan sektor pendidikan dan pelayanan publik.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi merupakan hal lumrah dalam birokrasi pemerintahan. Ia menekankan bahwa pejabat yang dilantik harus mampu menunjukkan kinerja terbaik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara sauyunan.

“Hari ini ada 12 pejabat yang dilantik, di antaranya Kepala BKAD, Kepala Kesbangpol, dan Kepala Dinas Kesehatan. Selebihnya merupakan Sekretaris Dinas dan jabatan lainnya,” ujar Dedie, menjelaskan skala pelantikan yang dilakukan.

Dedie juga mengakui masih terdapat beberapa jabatan yang belum terisi. Hal tersebut lantaran proses pengisian masih berjalan di tingkat pemerintah pusat. Menurutnya, mekanisme ini sejalan dengan penerapan merit system yang mengedepankan penilaian objektif dan profesional.

“Dengan sistem ini, kami mengetahui latar belakang, prestasi, serta kinerja pejabat yang dipilih. Ini merupakan hal yang lumrah dalam tata kelola pemerintahan,” pungkasnya. Di tengah dinamika birokrasi, Pemkot Bogor berharap penyegaran ini menjadi awal baru agar roda pemerintahan berputar lebih gesit, tanpa kehilangan arah dan rasa someah kepada warganya.


0Komentar