Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Sempur, Bogor, lagi-lagi menjamur padahal baru saja ditertibkan akhir 2025. Plang larangan berjualan masih berdiri kokoh, tapi banyak gerobak malah nongkrong tepat di bawahnya. Situasi ini bikin geleng-geleng kepala.
Para PKL ini mostly jualan minuman segar, cocok buat cuaca Bogor yang adem. Ada satu yang nekat berjualan makanan tepat di depan pintu masuk Lapangan Sempur. Mereka tetap santai dagang, seolah aturan cuma accessory doang.
Plt Kasatpol PP Akui Butuh Evaluasi Serius
Plt Kasatpol PP Kota Bogor, Pupung W Purnama, mengamini kondisi ini. “Siap info ini (PKL di Sempur) akan menjadi evaluasi kami,” kata Pupung pada Radar Bogor pada, Senin (5/1) siang.
Pupung janji bakal segera racik formula jitu. Fokus utama adalah pola patroli dan penugasan personel di lapangan. “Kami evaluasi pola patroli dan penugasan personel di lapangan, ini akan segera kami bahas,” terang Pupung saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Belum ada bocoran detail rencana baru. Pupung bilang semua harus dibahas matang biar nggak repeat drama yang sama. “Iya kan ini mau dibahas dulu,” ujar Pupung menanggapi rencana dan pola patroli yang akan diterapkannya.
Penertiban Bukan Tanpa Alasan
Sebelumnya, penertiban PKL di Sempur dilakukan karena banyak keluhan warga. Mobilitas masyarakat sering terganggu gara-gara lapak liar. Pemkot Bogor berharap para pedagang pindah ke lokasi resmi yang sudah disediakan.
Tapi kenyataannya, daya tarik Sempur sebagai spot ramai ternyata masih terlalu lit buat dilewatkan. Persoalan klasik antara rezeki dan aturan kembali muncul ke permukaan.
Sempur bakal tetap jadi panggung tarik-ulur antara lapak liar dan plang larangan, sampai ada solusi yang benar-benar nggak cringe buat semua pihak.
0Komentar