Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Bogor semakin mendesak di tahun 2026. Selain bikin ruang publik terganggu, aktivitas jualan mereka jadi salah satu biang kerok trotoar licin gara-gara sisa minyak gorengan yang nempel terus.
Pemkot Bogor sudah siapkan anggaran khusus untuk penataan ini. Lokasi utama yang dipilih adalah Jalan Nyi Raja Permas, tepat di belakang Alun-Alun. Spot ini bakal jadi home base baru buat ratusan PKL yang sekarang bertebaran di area ikonik kota hujan.
Lokasi Relokasi Siap Menampung Ratusan PKL Kuliner
"Rencana di tahun 2026 ini kita sudah menganggarkan pengadaan untuk lokasi Nyi Raja Permas. Tempat ini akan dimanfaatkan untuk relokasi seluruh pedagang yang saat ini berada di Jalan Dewi Sartika atau Alun-Alun Kapten Muslihat," kata Jenal saat diwawancarai, Sabtu (3/1).
Data sementara nunjukin ada sekitar 320 PKL yang bakal direlokasi. Tapi angka ini masih fluid banget, karena banyak pedagang punya lebih dari satu lapak. Proses kurasi terus jalan biar tepat sasaran dan nggak ada yang double claim.
Jalan Nyi Raja Permas punya jalur panjang dan luas, minimal bisa nampung 500 PKL, terutama sektor kuliner. Penumpang kereta api yang keluar stasiun bisa langsung ngabers ke zona ini, tanpa harus muter-muter lagi.
Trotoar Licin dan Upaya Penertiban yang Konsisten
Persoalan trotoar licin udah jadi pain point utama, apalagi pas musim hujan. Meski desain keramiknya sudah ramah pejalan kaki dan disabilitas, minyak dari PKL bikin area itu slippery terus.
"Selain faktor hujan, kelicinan juga disebabkan oleh minyak dari hasil jualan PKL. Ini sangat disayangkan karena setiap kali dibersihkan, area tersebut kembali kotor," ungkapnya.
Pemkot rutin edukasi pedagang, bersih-bersih tiap Jumat, plus Satpol PP dan Park Ranger stand by setiap hari. "Jangan sampai fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat justru rusak oleh masyarakat sendiri," tegas Jenal.
Bonusnya, shelter ojek online juga lagi dikaji buat direlokasi. Harapannya, Jalan Dewi Sartika bebas parkir liar, dan penumpang langsung nyambung ke zona kuliner baru.
Bayangin Alun-Alun Bogor kembali aesthetic dan aman buat jalan kaki, sementara pedagang tetep ngasih vibe kuliner khas tanpa bikin kota chaos—itu baru namanya win-win yang beneran kece abis.
| Foto: kompas.com |
0Komentar