Pemerintah Kabupaten Bogor resmi meliburkan sementara angkot di jalur wisata Puncak mulai H-3 Lebaran 2026. Kebijakan ini digulirkan demi mengurangi kepadatan lalu lintas yang biasanya ngamuk parah saat arus mudik dan libur Lebaran. Kata kunci peliburan angkot Puncak ini langsung jadi pembicaraan hangat di kalangan warga Bogor dan sekitarnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menjelaskan peliburan dimulai tepat H-3 Lebaran. Langkah ini sejalan dengan rekayasa lalu lintas polisi, termasuk sistem one way yang sering diterapkan di jalur ikonik tersebut.
Kompensasi Rp200 Ribu/Hari Biar Sopir Tetap Chill
Pemerintah daerah nggak pelit, lho. Mereka siapkan kompensasi Rp200 ribu per hari buat sopir dan pemilik angkot yang terdampak. “Untuk memperlancar arus mudik, pemerintah provinsi dalam hal ini Kabupaten Bogor memberikan kompensasi untuk sopir angkot dan pemilik kendaraan sebesar Rp200 ribu per hari,” ujar Dadang.
Kompensasi ini khusus untuk tiga trayek utama: Bogor–Cisarua, Sukasari–Ciledug, serta Ciawi–Pasir Muncang. Mekanisme penyalurannya pakai transfer non-tunai langsung ke rekening Bank BJB masing-masing. “Semua pemilik kendaraan dan sopir sudah memiliki rekening masing-masing dari Bank Jabar, sehingga penyaluran kompensasi tinggal ditransfer langsung ke rekening mereka,” jelasnya.
Dampak Positif buat Kelancaran Lalu Lintas Jalur Puncak
Tanpa angkot yang sering berhenti naik-turun penumpang, jalur Puncak diharapkan lebih lega. Kendaraan pribadi plus bus wisata yang biasanya numpuk bakal punya ruang gerak lebih leluasa. Aktivitas stop-and-go angkot selama ini sering jadi biang kerok kemacetan panjang.
Kebijakan ini juga mendukung strategi polisi dalam mengatur arus mudik-balik. Hasilnya? Pergerakan kendaraan lebih smooth, dan risiko macet berjam-jam bisa ditekan signifikan.
Intinya, peliburan angkot Puncak ini seperti win-win: lalu lintas lebih adem, sopir tetap dapat rezeki tanpa harus ngantri di jalanan. Jadi, siap-siap mudik Lebaran 2026 dengan vibe lebih santuy, ya—semoga jalur Puncak kali ini nggak bikin emosi, tapi malah bikin hati seneng pulang kampung!
0Komentar