TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Truk dan Ekskavator Geruduk Tumpukan Sampah Liar di Desa Kopo Cisarua, Bogor!

Truk dan Ekskavator Geruduk Tumpukan Sampah Liar di Desa Kopo Cisarua, Bogor!

Daftar Isi
×

 


Pembersihan sampah liar di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya digeber habis-habisan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bambam Setia Aji mengerahkan puluhan truk sampah plus alat berat untuk mengembalikan kebersihan lingkungan warga, tepat pada 9 Maret 2026. Gerakan ini langsung jadi sorotan karena volume sampahnya bikin geleng-geleng kepala.

Tim DLH Bogor bareng Dinas Pekerjaan Umum mulai bergerak sejak pagi buta. Mereka pakai kendaraan pengangkut dan ekskavator untuk angkut tumpukan sampah yang sudah menggunung. Petugas memperkirakan butuh sekitar 50 kendaraan pengangkut supaya lokasi bisa benar-benar bersih dalam waktu singkat.

Hari Pertama Sudah 25 Truk, Besok Ditambah Lagi

Pada hari pertama, DLH langsung kerahkan 25 kendaraan pengangkut sampah biar prosesnya ngebut. Bambam bilang kemungkinan pembersihan bakal makan waktu dua hari karena jumlah sampahnya memang gede banget. “Kita tambah sekitar 25 kendaraan lagi besok supaya cepet kelar,” ujarnya sambil pantau langsung di lapangan.

Warga sekitar juga mulai gercep ambil peran. Enam rukun tetangga di lokasi sepakat stop buang sampah sembarangan di area itu. Mereka bahkan tingkatkan pengawasan supaya tidak ada lagi oknum dari luar Desa Kopo yang nge-dump sampah liar.

Kolaborasi Warga dan Pemerintah: Dari Iuran Sampai Bank Sampah

Camat Cisarua Heri Risnandar cerita, lokasi ini dulu memang titik hotspot pembuangan liar sebelum warga coba bikin penampungan sementara. Kerennya, warga setempat rela patungan iuran untuk biayai operasional pengangkutan sampah. Program Kawasan Rumah Lingkungan yang jalan sejak 2018 terus didorong, termasuk ajakan setiap RT punya bank sampah unit biar volume sampah rumah tangga bisa ditekan.

Kepala Desa Kopo Wiwin Wildan bilang petugas kebersihan dari tiga rukun warga rutin kumpulin sampah warga untuk diangkut DLH. “Masyarakat juga mulai memilah sampah seperti plastik dan lainnya supaya pengelolaan lebih gampang,” tambahnya. Solusi jangka panjang pun sudah disiapkan: pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle bareng pemerintah kecamatan dan desa.

Kolaborasi solid antara pemerintah dan warga ini bukan cuma numpang lewat—ini jadi bukti kalau kebersihan lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, tapi dikerjain bareng-bareng dengan serius. Siapa sangka, tumpukan sampah yang dulu bikin kesel, kini malah jadi starting point buat Cisarua yang lebih lestari dan kece.

0Komentar