Kepengurusan KONI Kabupaten Bogor periode 2026–2030 resmi dikukuhkan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Senin malam (4/5/2026), menandai babak baru arah pembinaan olahraga yang lebih fresh dan terstruktur.
Momentum ini sekaligus menjadi titik awal bagi Arif Rochmawan yang resmi mengemban amanah sebagai Ketua KONI Kabupaten Bogor. Tugas yang dihadapinya bukan sekadar administratif, tetapi juga strategis dalam mengorkestrasi pembinaan atlet agar lebih kompetitif di level regional hingga internasional.
Arah Baru: Soliditas dan Prestasi Jadi Fokus Utama
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa KONI Kabupaten Bogor harus masuk ke fase baru yang lebih tegas dan berorientasi hasil. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas elemen olahraga agar organisasi ini tidak berjalan sendiri-sendiri alias ulah papisah-pisah.
“Selamat Kepada Arif Rochmawan Sebagai Ketua KONI Kabupaten Bogor Periode 2026–2030. Kami Menyambut Kepemimpinan Baru Ini Dengan Harapan Besar Lahirnya Langkah Strategis Dalam Memajukan Olahraga Kabupaten Bogor, Serta Mengantarkan Putra-Putri Daerah Berprestasi Hingga Tingkat Nasional Bahkan Mendunia,” terangnya.
Penegasan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat tantangan dunia olahraga semakin kompleks dan kompetitif. Dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga mampu membaca peluang serta mengelola potensi atlet secara maksimal agar tidak sekadar jadi wacana doang.
Komitmen Perubahan dan Kolaborasi Tanpa Sekat
Di sisi lain, Arif Rochmawan menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan perubahan nyata dalam tata kelola organisasi. Ia menekankan bahwa KONI harus bergerak dengan ritme yang lebih cepat dan terukur, tanpa kehilangan arah dalam mencapai target prestasi.
“KONI Kabupaten Bogor harus kita nakhodai dengan kerja keras, kebersamaan, dan keberanian untuk berubah. Ini saatnya bergerak lebih cepat, lebih terukur, dan lebih berdampak bagi prestasi olahraga daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Arif juga mengapresiasi peran KONI Jawa Barat, khususnya Muhammad Budiana, yang telah memberikan dukungan selama proses organisasi berjalan sesuai aturan. Hal ini menjadi fondasi penting agar kepengurusan baru tetap berada dalam koridor yang profesional dan akuntabel.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh pengurus cabang olahraga untuk memperkuat kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral. Baginya, sekat-sekat kepentingan hanya akan menghambat kemajuan, sementara tujuan besar yang ingin dicapai adalah kejayaan olahraga Kabupaten Bogor secara kolektif.
Pengukuhan ini pada akhirnya bukan sekadar seremoni formal, melainkan simbol dimulainya era baru KONI Kabupaten Bogor yang lebih solid, progresif, dan penuh ambisi untuk mencetak prestasi—karena di balik setiap medali, selalu ada cerita kerja keras yang teu meunang satengah-setengah.
0Komentar