Peristiwa tanah longsor Bogor kembali terjadi, kali ini menerjang Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor pada Senin (4/5/2026). Hujan deras dengan intensitas tinggi jadi pemicu utama bencana ini, yang berdampak langsung pada dua rumah warga. Situasinya cukup bikin deg-degan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerusakan bermula dari ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar lokasi. Struktur yang seharusnya menahan kontur tanah justru gagal berfungsi, sehingga material longsoran ikut merobohkan pagar tembok setinggi tiga meter dan menghantam area hunian warga sekitar.
TPT Ambruk, Dua Titik Permukiman Terdampak
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan kontur tanah yang labil, sehingga mengakibatkan TPT (tembok penahan tanah) longsor," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Selasa (5/5/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi kombinasi faktor alam yang memang rawan terjadi di wilayah tersebut.
Dampak longsor tercatat terjadi di dua titik berbeda di Desa Sinarsari. Di Kampung Ciranji, satu unit rumah mengalami kerusakan kategori sedang. Sementara di Kampung Setu Tengah, satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa material longsoran yang datang tiba-tiba.
"Korban terdampak di Kampung Ciranji 1 unit rumah rusak sedang dan di Kampung Setu Tengah 1 unit rumah rusak ringan," ungkapnya. Meski skalanya tidak masif, kejadian ini tetap menjadi alarm serius soal kerentanan wilayah terhadap bencana serupa di masa depan.
Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Mengungsi Demi Keselamatan
Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini. Namun, delapan orang penghuni dari rumah terdampak harus mengungsi untuk sementara waktu. Mereka memilih pindah ke rumah keluarga terdekat yang masih berada dalam alamat yang sama, demi menghindari risiko lanjutan.
"Korban mengungsi ke rumah anak yang beralamat sama," tuturnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih tergolong labil dan berpotensi mengalami pergerakan susulan yang bisa lebih berbahaya.
Petugas dari BPBD Kabupaten Bogor saat ini masih melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Upaya penanganan lanjutan juga tengah disiapkan untuk memastikan area tersebut aman kembali dihuni. Situasi ini jadi pengingat penting bahwa mitigasi bencana bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan yang real banget di wilayah rawan.
Di tengah kondisi alam yang makin tidak terprediksi, kejadian ini seolah berbisik pelan: manusia boleh membangun setinggi mungkin, tapi alam selalu punya cara untuk mengingatkan batasnya.
0Komentar