Cabang Kantor Pos di Kabupaten dan Kota Bogor
01 September
"Karena ini daerah yang sebenarnya secara radius tidak jauh dari istana. Tapi kenapa harus terbelakang," ungkap Anggota Komisi V DPR Mulyadi saat mendampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau Jalur Sukamakmur, yang selama ini menjadi jalan alternatif menuju Cipanas Cianjur, Sabtu (25/9/2021).
Mulyadi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks pembangunan manusia (IPM) Kecamatan Sukamakmur 52,23 poin. Angka ini di bawah rata-rata IPM Kabupaten Bogor 69,12 poin. Nilai IPM Kecamatan Sukamakmur terendah dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
Legislator asal Kabupaten Bogor itu menurutkan bahwasanya pemerintah perlu mencari solusi dengan membangun jalur utama di kawasan tersebut, yakni Jalur Puncak II atau Poros Tengah Timur (PTT).
"Lebih dari 550 ribu penduduk yang tinggal di lima kecamatan ini, yaitu Citeureup, Babakan Madang, Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur, akan mendapatkan pengaruh (ekonomi) dari pengembangan jalan ini," terangnya, dikutip dari Antara.
Lima kecamatan tersebut adalah wilayah-wilayah yang akan dilalui Jalur Puncak II. Bupati Ade Yasin optimistis jalur tersebut akan berdampak positif terhadap aspek ekonomi, yakni mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah timur Kabupaten Bogor.
"Selain itu juga akan menghidupkan perekonomian masyarakat, dan tumbuhnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)," imbuhnya.
"Kalau ke rumah sakit kebanyakan (warga) menggunakan RS yang di wilayah Kabupaten Cianjur, terutama di RS Cimacan Cianjur. Kalau di Bogor ada di RSUD Cileungsi. Dibanding ke Cileungsi, lebih dekat ke Cimacan," ujarnya.
Sumber: Merdeka.Com
0 Komentar