TSd7TUO5TfC6BUM8BUr0BSz0
Light Dark
Wali Kota Bogor Warning: Sedang Krisis Guru

Wali Kota Bogor Warning: Sedang Krisis Guru

Daftar Isi
×


Persaingan dunia kerja di Jawa Barat semakin ketat dengan hampir 200.000 sarjana baru yang dilahirkan setiap tahunnya. Wali Kota Bogor Dedie A Rahim blak-blakan soal ini saat wisuda UIKA Bogor, bro—beneran bikin mikir ulang rencana karier.

Jangan Ngarep Jadi PNS Doang, Bro!

Dedie tekankan, nggak semua sarjana harus jadi pegawai negeri. "Di Jawa Barat ada 184 perguruan tinggi, yang setiap perguruan tinggi paling tidak dalam satu tahun melaksanakan wisuda 1.000 orang. Artinya dalam tahun 2025 saja ada hampir 200.000 sarjana baru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Jawa Barat yang akan bersaing di tingkat dunia kerja yang tidak mudah," ucapnya.

Ia dorong lulusan fleksibel dan terus upgrade skill. "Tidak semua sarjana harus menjadi pegawai, tidak semua sarjana harus menjadi PNS," katanya tegas. Jangan stuck di zona nyaman, level up diri biar nggak ketinggalan kereta.

Peluang Jadi Guru: Bogor Lagi Krisis Pendidik!

Kota Bogor lagi darurat defisit guru karena minim pendaftar baru. Dedie buka peluang besar buat sarjana isi kekosongan ini. "Kami di Kota Bogor sedang mengalami satu titik di mana akan terjadi defisit guru karena kurangnya pendaftar guru baru. Kekosongan ini tentu harus dilakukan langkah-langkah teknis oleh Pemkot Bogor dengan harapan ke depan para lulusan sarjana bisa didorong untuk menjadi guru pembantu atau guru pendamping," jelasnya.

Ia harap UIKA dan kampus lain terus kontribusi bangun Bogor. "Mudah-mudahan Kota Bogor dengan semakin banyaknya sarjana yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Kota Bogor dapat memberikan kontribusi pada pembangunan Kota Bogor ke depan. Kota Bogor berkeinginan di tahun 2045 menjadi kota science creative maju berkelanjutan," pungkas Dedie.

Di tengah gelombang sarjana yang tsunami ini, mungkin saatnya kita semua nyalira jadi agen perubahan—bukan cuma penonton di pinggir lapangan kerja.

0Komentar